Gandeng BNI, GP Ansor Sulut Sukses Gelar Pelatihan Pendampingan UMKM - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Widget HTML Atas


Advertisement

Gandeng BNI, GP Ansor Sulut Sukses Gelar Pelatihan Pendampingan UMKM

Suasana pelatihan pendampingan bagi pelaku UMKM (Foto: Ist)

Sulut24.com, MINUT - Satu lagi terobosan diciptakan Gerakan Pemuda (GP) Ansor. Organisasi besutan Yaqut Cholil Qoumas atau akrab disapa Gus Yaqut itu tatanggung-tanggung menggandeng lembaga perbankan terbesar di Indonesia yakni Bank Negara Indonesia (BNI) menggelar pelatihan pendampingan terhadap kader yang memiliki Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). 

Setelah digelar diseluruh Provinsi di Indonesia, kini giliran Sulawesi Utara (Sulut). Bertempat di hotel Peninsula Manado, Jumat (10/12) GP Ansor Sulut bersama BNI melaksanakan pelatihan tersebut. Hadir sekira ratusan pelaku UMKM yang merupakan kader GP Ansor Sulut. 

Dalam sambutannya, Direktur Bisnis UMKM BNI 46, Muhammad Ikbal, menyampaikan, UMKM penting bagi perekonomian karena memberi kontribusi peningkatan Produk Domestik Bruto.

Menurutnya, UMKM menyerap tenaga kerja, memberi peran penting bagi pertumbungan ekonomi. BNI akan bersama stake holder dalam pengembangan UMKM baik itu pelatihan dan pendampingan untuk mendapatkan kapasitas.

“Dari pengalaman kami dalam memberdayakan UMKM ada beberapa hal yang harus diperhatikan yakni  permodalan, teknologi informasi dan pemasaran. BNI juga menginisiasi bersama Ansor terkait modal,” tukas Ikbal.

Dia menambahkan, dengan adanya kolaborasi dengan itikad baik dan tulus, pasti akan terwujud. BNI akan memberikan kemudahan bagi UMKM Ansor termasuk KUR, untuk berkembang sama-sama. 

“Jika ini digarap dengan serius, istiqomah, persisten, UMKM Ansor akan menjadi tangguh. Kami BNI berkomitmen untuk terus menjamin pembiayaan, mulai dari buka usaha hingga mengembangkan usaha, sehingga pelaku UMKM Ansor bisa go internasional,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Ansor Sulut, Yusra Alhabsyi SE berterima kasih dipercayakan sebagai tuan rumah road show kegiatan BNI dan Ansor. Menurutnya, kegiatan ini penting karena membicarakan kegiatan strategis dengan BNI. Ini bermanfaat dan perlu ditindaklanjuti dengan kerja nyata karena menjadikan pertemuan ini berefek ekonomi bagi Ansor.

“PW dan PC mendorong kader secara kelembagaan dan personal mengembangkan UMKM, meski ada kendala. Perlu ada pendampingan lebih agresif antara Ansor dan BNI,” tukas Yusra, di hadapan para pelaku UMKM Ansor dan pengurus cabang se Sulut.

Saat ini menurut Yusra, ada 143 UMKM Ansor. Ada beberapa yang didampingi swasta dan mulai menunjukkan progres yang baik. Kemandirian ekonomi kader mampu memberi kontribusi membangun negara. Ansor kata Yusra, ingin menjadi organisasi mandiri secara ekonomi dalam waktu panjang. “Kami memiliki kader sampai desa, bisa dijadikan pilot project pembinaan khusus dari BNI,” ujar anggota DPRD Sulut ini.

Sementara itu, Ketua Bidang Ekonomi PP Ansor, Addin Jauharudin mengatakan, ini adalah rangkaian ke 34 provinsi yang dihadiri dan semua terlaksana dengan lancar.

“Kegiatan ini maksudnya sedang merancang ekosistem besar secara holistik yang terintegrasi dari hulu hingga ke hilir. Seluruh UMKM Ansor sudah terkumpul 26 ribu. Ke depan pembinaan pengembangan mulai dari bahan baku sampai finishing, ekspor akan melalui pembiayaan BNI,” ujarnya.

Suasana pelatihan pendampingan bagi pelaku UMKM (Foto: Ist)

Addin menambahkan, Ansor diberikan alokasi target 1000 Pertashop dari Pertamina dan dibiayai BNI meskipun jumlah yang memenuhi syarat masih kurang. 

Dalam kegiatan ini, pihak BNI menyerahkan secara simbolis bantuan bagi agen BNI di Sulawesi Utara. 

Selain kader Ansor, kegiatan ini dihadiri oleh Salim Thaib, Korwil Ansor Maluku- Sulawesi dan Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey SE yang diwakili Kepala Biro Ekonomi, Drs Hanny Wajong dan Kakanwil BNI Sulut. (Joyke)