Brazil dan Belanda Tereliminasi, Kroasia dan Argentina Gemilang - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Widget HTML Atas

Brazil dan Belanda Tereliminasi, Kroasia dan Argentina Gemilang

Pemain Kroasia saat melakukan selebrasi (Foto: Ist)

Sulut24.com, JAKARTA - Timnas Brasil dan Belanda harus hengkang atau tereliminasi dari Piala Dunia 2022 Qatar. Sementara Kroasia dan Argentina tampil gemilang.

Kroasia membalikkan keadaan dengan menjungkalkan tim yang difavoritkan, Brazil melalui drama  adu penalti 4-2(0-0(1-1). 

Gol indah mega bintang Neymar dibabak perpanjangan tidak bisa menyelamat Seleqao memenangkan pertandingan itu, karena disamakan Bruno Petkovic menit 117, pada babak perempat final, Jumat malam (9/12).

Lagi lagi Kiper Kroasia, Dominic Livakovic jadi Pahlawan dan kunci kemenangan Kroasia, berhasil menepis tendangan, Rodrygo.

Pada partai perempat final lainnya Belanda gagal menuntaskan dendamnya. Justru Argentina memetik kemenangan melalui adu penalti juga dengan skor 4-3 (2-2).

Partai adu penalti ini merupakan partai ulangan piala dunia Brasil 2014 . Argentina diperkuat Lionel Messi menang 4-2. Belanda ketika itu ditangani Pelatih saat ini Louis Van Gaal.

Dengan hasil ini timnas Kroasia menantang Argentina di semi final yang dipentaskan di Stadion Lusail, 14 Desember subuh.

Dua tiket semi final lainnya masih menunggu pertandingan antara Wakil Afrika, Maroko menantang Portugal, Sabtu malam (10/12 ) dan Inggeris versus, Perancis, Minggu subuh (11/12). Laga empat tim bertarung merebut dua tiket semi final bakal berlangsung ketat.

Pasukan Kroasia  yang kurang begitu dijagokan memenangkan pertandingan menghadapi  Brasil menjawab keraguan publik sepakbola, mereka membuktikan dengan tampil disiplin dan penuh percaya diri.

Sang Arsitek tim yang selalu tampil Sederhana, Zlatko Dalic menerapkan strategi yang jitu menjinakkan kelincahan Neymar dan kawan-kawan sehingga pasukan Brazil yang memiliki skill individu yang baik serta variasi dan kombinasi serangan membahayakan pertahanan lawan dibuat tak berkutik.

Dibawah komando kapten, Luca Modric, di lini tengah, ia bersama rekan-rekannya nya menjalankan strategi yang diharapkan, penuh disiplin dan meminimalisasi melakukan  kesalahan yang dapat berbuah fatal. 

Pengalaman para pemain Kroasia yang merumput di klub-klub liga Eropah menjadi salah satu kekuatan mengatasi permainan indah Brasil.

Winger Vinicius Junior, bomber Richarlison dan Raphael dibuat tidak berkutik oleh pemain bertahan Juranovic, Lovren, Gvardiol dan Sosa yang dibantu Brozovic, Kovacic dan Modric sebagai play makernya.

Neymar, Vinicius dan Richalrlison tidak diberi ruang atau kesempatan menguasai bola di daerah pertahanan Kroasia, langsung dicegat dua tiga pemain Kroasia. Membuat permainan mereka tidak berkembang dan mati kutu oleh pengawalan ketat pemain-pemain Kroasia

Melihat kondisi sulit menembus sektor pertahanan Kroasia, meskipun pemain-pemain Brazil sedikit menguasai pertandingan, Pelatih Tite menariik Vinicius dan Richarlison digantikan masing-masing oleh Rodrygo menit 64 dan Pedro 84. 

Dengan menambah amunisi baru di depan tetap sulit menembus pertahanan Kroasia yang begitu disiplin menjaga daerahnya, Lovren dan kawan-kawan seakan tak memberi ruang sejengkalpun  bagi pemain-pemain Brazil mengobrak abrik pertahanan.

Sukses Tim Kroasia finalis piala dunia Perancis 2018 ke semi final adalah sukses sang pelatih berusia 56 tahun dengan strategi jitu menjinakan  sepakbola indah pemain Brazil dan sukses para pemain yang bermain penuh disiplin menjalankan strategi sang arsitek, tidak main terbuka, bermain sedikit bertahan kemudian melakukan serangan balik ke kubu pertahanan Brazil.

Dan itulah sepakbola penuh misteri, yang tak mungkin menjadi mungkin, demikian sebaliknya. Selamat buat Kroasia dan Argentina melangkah ke semi final. (Eddy Lahengko)