Rugikan Petani, KTNA Minut Tolak Impor Jagung - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Widget HTML Atas

Rugikan Petani, KTNA Minut Tolak Impor Jagung

Ketua KTNA Minut Arly Dondokambey (Foto: Ist)

Sulut24.com, MINUT - Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), salah satu asosiasi petani dan nelayan, wilayah provinsi Sulawesi Utara menolak opsi impor jagung.

"Ya kami menolak impor jagung, karena para petani saat ini senang, walaupun ditengah cuaca elnino atau panas keras, namun para petani masih mau bertani mau menanam jagung karena dengan harga yang sudah dijamin oleh pemerintah.

Ketua KTNA Minut Arly Dondokambey mengatakan ditengah cuaca elnino atau panas keras, para petani saat ini masih mau bertani mau menanam jagung karena dengan harga yang sudah dijamin oleh pemerintah.

Namun setelah kami mendengar dan membaca, mendapatkan informasi bahwa pada bulan oktober tahun 2023 ini, ada impor jagung, kami para petani di Sulawesi Utara langsung sedih.

"Ini untuk pertama kali, impor jagung dibuka, sejak tahun 2018, sampai saat ini. Dan impor jagung ini sangat jelas melukai hati para petani," kata Arly Dondokambey dengan hati sedih.

Menurut Dondokambey sebenarnya produksi jagung nasional telah cukup untuk memasok kebutuhan peternak. Karenanya, pria yang juga pernah meraih perhargaan Kementan RI ini mengatakan opsi impor seharusnya dikesampingkan pemerintah karena akan semakin merugikan kaum petani. 

"Jagung produksi dalam negeri sebenarnya sudah cukup. Kalau pun ada kekurangan tidak signifikan. Lahan pertanian untuk jagung juga masih bisa diperluas," ujarnya, Kamis (12/10/2023).

Dijelaskan Dondokambey naiknya harga jagung saat ini tidak dapat dilepaskan dari permainan pasar. 

Arly Dondokambey mengatakan kebijakan impor jagung ini seharusnya memperhatikan kepentingan petani.

 Alasannya kalau impor jagung itu masuk dan digelontorkan ke daerah-daerah sentra produksi jagung maka tentunya bisa memukul harga yang ada di petani, apalagi dalam bulan-bulan ini sudah memasuki panen raya.

"Kalau jagung jagung impor ini masih saja beredar tentunya harga jagung di petani ini semakin jatuh. Sementara, petani jagung ini ketika mulai dari memperoleh bibit jagung, menaman, pemupukan tanaman, juga butuh biaya yang cukup besar oleh karena itu harus diperhatikan pula," Paparnya

Arly Dondokambey dengan tegas menolak impor jagung , jangan ada lagi impor jagung  kebijakan itu justru bisa mempersulit petani jagung khususnya di daerah Sulawesi Utara.(Joyke)