Peserta Seleksi Kritik Penerimaan PPIH Manado - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Widget HTML Atas

Peserta Seleksi Kritik Penerimaan PPIH Manado

Kantor Kementrian Agama Kota Manado (Foto: Ist)

Sulut24.com, MANADO - Kartika Septiani salah seoeang peserta seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kota Manado menyampaikan keluhan atas kinerja Kementerian Agama Kota Manado terkait seleksi penerimaan PPIH. 

Ia menjelaskan bahwa dirinya mendaftar pada tanggal 15 Desember 2023 sekitar jam 5 sore dengan status terdaftar. 

"Karena belum verifikasi, maka sampai tanggal 16 Desember saya menghubungi ketua panitia Rukiani Paita melalui Whatsapp. Beliau menjawab pendaftaran sudah ditutup, padahal menurut surat revisi seleksi ppih nomor 8648 / kw. 23.3.1/ hj.00/12/2003 bahwa pendaftaran ditutup sampai pada tgl 17 Desember jam 12 malam," jelas istri dari Ketua Rakyat Anti Korupsi Sulut ini, Rabu (27/12/2023). 

Dia mengatakan, atas dasar ini, maka dirinya menghubungi kabag Kanwil Kemenag Sulut dan meminta informasi terkait yang disampaikan ketua panitia. 

"Kabag memberikan arahan bahwa pendaftaran ditutup tanggal 17 Desember pukul 00.00 Wita atau jam 12 malam," tutur Kartika sesuai penjelasan pihak Kanwil Kemenag Sulut. 

"Kami kecewa dengan kinerja Kakandep Manado yang tidak melaksanakan surat edaran sekjen dan menyalahkan serta mempersulit  saya selalu peserta.  Untuk itu, saya meninggalkan lokasi ujian dan tidak 

mengikuti ujian, padahal saya sudah berada di lokasi ujian dan tinggal menunggu soal pelaksanaan CAT, saya tersinggung karena harkat dan martabat organisasi saya direndahkan selaku kader saya akan selalu menjunjung tinggi harkat dan martabat organisasi. Saya juga akan melaporkan secara tertulis ke bapak menteri dan ombudsman RI," tutup nya.

Selain itu Kartika Septiani juga mengatakan adanya indikasi permainan dalam penerimaan PPIH Kota Manado karena ada peserta yang diduga tiba-tiba terverifikasi tanpa melalui proses semestinya. 

"Dalam pendaftaran awal tidak terverifikasi tetapi ada yang menggunakan cara yang tidak bagus untuk lulus verifikasi," ucap Septiani. (fn)