DK Sulut Pertegas Misi Pemajuan Kebudayaan Bersama Pamong Budaya
Suasana diskusi Pengurus Dewan Kesenian (DK) Sulawesi Utara (Sulut) bersama pamong budaya Ricky Rumagit, M.Hum (Foto: ist)
DK Sulut Matangkan Kolaborasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan XVII untuk Majukan Seni Budaya di Sulawesi Utara.
Sulut24.com, MANADO - Pengurus Dewan Kesenian (DK) Sulawesi Utara (Sulut), bertemu dan membangun dialog dengan pamong budaya Ricky Rumagit, M.Hum dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XVII Sulut Gorontalo, Jumat (18/07/2025).
Pertemuan di Teras Sparta, Tikala, itu dimaksud untuk semakin mempertegas serta mengeratkan misi bersama ikhwal pemajuan kebudayaan. Dialog selama tiga jam tersebut berlangsung dinamis dan penuh keakraban.
Dari DK Sulut ada Plh Ketua, Royke Reuge Kumaat, S.Pd dan Sekretaris Umum Jean Waturandang, S.Sos. Ada pula dramawan Aldes Sambalao dan Vick Chenore, serta pegiat seni budaya Dijana Pakasi dan Oscar Lalundo.
"Banyak hal yang kami bahas bersama. Terutama kegiatan seni budaya yang terkonsentrasi pada upaya pemajuan kebudayaan," jelas Ketua DK Sulut, Kumaat kepada wartawan usai pertemuan tersebut.
Kumaat lebih lanjut menjelaskan, DK Sulut saat ini sedang menata langkah penguatan kinerja organisatoris. Hal itu, antara lain diwujudkan dalam realisasi program kerja pada beberapa bulan ke depan. Termasuk membentuk tim kerja untuk pelaksanaan Rapat Kerja DK Sulu tahun 2025.
Menurut Kumaat, rencana rapat kerja diagendakan pada pertengahan Agustus 2025. Tim kerja saat ini sedang melakukan persiapan. Sekretaris Umum DK Sulut, Jean Waturandang sudah mengecek lokasi pelaksanaan di Minahasa Utara.
"Selebihnya kami bersama Pak Ricky membahas dinamika kerja bersama untuk pemajuan kebudayaan. "Pada prinsipnya BPK XVII Sulutgo mendukung dan dapat memfasilitasi segenap giat seni budaya di Sulut," tegas Kumaat.
Adapun pamong budaya Ricky Rumagit, mengatakan secara pribadi maupun kelembagaan terus mendorong DK Sulut untuk semakin berdinamika melakukan kerja pemajuan kebudayaan, secara khusus di zona Sulawesi Utara.
"Selaku orang yang bekerja di lembaga kebudayaan, secara terbuka saya dukung dinamika kerja Dewan Kesenian Sulut. "Jangan terlalu banyak bicara yang teoritis, yang diperlukan adalah kerja nyata kita untuk pemajuan kebudayaan," kata Rumagit di penghujung diskusi.
Selaku pegiat seni budaya, Aldes Sambalao menaruh harap pada perhatian serius BPK XVII Sulut Gorontalo terhadap kerja pemajuan kebudayaan. "Ini kerja pemajuan kebudayaan, mestinya pemerintah di daerah lebih peka dan semakin serius," ujarnya.
Aldes berharap, situasi anomalis yang sampai saat ini dihadapi pegiat seni budaya di Sulut akan mengalami perubahan. Apalagi kalau BPK XVII Sulut Gorontalo semakin dinamis berperan.(*/fan)



