Kepala BP2RD Talaud Ikuti PKN Tingkat II, Usung Inovasi Sistem Pajak Terintegrasi
Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kabupaten Kepulauan Talaud, Jakson Parapaga saat menyampaikan materi terkait proyek SIGAP – TALAUD MAJU (Foto: ist)
Jakson Parapaga kembangkan proyek SIGAP – TALAUD MAJU untuk optimalisasi pendapatan daerah, melibatkan perbankan dan pemangku kepentingan strategis.
Sulut24.com, TALAUD - Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kabupaten Kepulauan Talaud, Jakson Parapaga, mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan VIII Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI). Kegiatan ini dilaksanakan di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Sulawesi Utara.
Dalam pelatihan tersebut, Parapaga mengusung proyek perubahan bertajuk SIGAP – TALAUD MAJU, akronim dari Sistem Integrasi dan Akselerasi Pendapatan Pajak – Talaud Maju. Proyek ini dirancang untuk mengoptimalkan pendapatan pajak daerah melalui sistem yang terintegrasi dan berbasis transparansi serta akuntabilitas.
“SIGAP bertujuan membangun sistem pengelolaan pajak yang efisien dan kolaboratif, melibatkan peran aktif Bank SulutGo, Bank Indonesia, serta para wajib pajak,” kata Jakson Parapaga di sela-sela pelatihan, Selasa (15/7).
Proyek SIGAP juga dirancang untuk memperkuat sinergi antarpemangku kepentingan dalam ekosistem perpajakan daerah, termasuk peningkatan literasi fiskal masyarakat.
Selain mengembangkan proyek inovatif, Parapaga juga ditunjuk sebagai Koordinator Kelompok 2 dalam pelatihan tersebut. Ia telah memimpin dan mempresentasikan hasil Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN) kelompoknya kepada Pemerintah Kota Tomohon. Presentasi itu disaksikan langsung oleh Kepala BPSDMD Sulawesi Utara dan diterima secara resmi oleh jajaran Pemkot Tomohon.
PKN Tingkat II merupakan pelatihan kepemimpinan strategis tingkat menengah yang diperuntukkan bagi pejabat eselon II. Pelatihan ini bertujuan untuk membentuk pemimpin birokrasi yang adaptif dan inovatif dalam merespons tantangan tata kelola pemerintahan daerah.
Menurut data Kementerian Dalam Negeri, pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pajak di sebagian besar kabupaten di wilayah kepulauan masih tergolong rendah akibat keterbatasan sistem dan integrasi data. Inovasi seperti SIGAP diharapkan dapat mempersempit kesenjangan tersebut.
Dengan keterlibatan aktif dalam program nasional ini, Parapaga dinilai berperan dalam memperkuat kapasitas kepemimpinan daerah, sekaligus mendorong transformasi digital dalam pengelolaan pajak lokal. (ep)


