Pemprov Sulut Salurkan 2.773 Ton Beras Bantuan untuk Kendalikan Inflasi Pangan - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Widget HTML Atas

Pemprov Sulut Salurkan 2.773 Ton Beras Bantuan untuk Kendalikan Inflasi Pangan

Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus saat melepas truk pengangkut beras (Foto: ist)

Distribusi dilakukan bertahap ke seluruh kabupaten/kota bekerja sama dengan Bulog dan Badan Pangan Nasional.

Sulut24.com, MANADO - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara meluncurkan program penyaluran 2.773 ton beras bantuan pangan pada Jumat (18/7) di Lobby Kantor Gubernur Sulut. Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat berpendapatan rendah dan merespons lonjakan harga bahan pokok di berbagai wilayah.

Program ini dilaksanakan bekerja sama dengan Perum Bulog dan Badan Pangan Nasional sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi pangan dan stabilisasi pasokan serta harga bahan pokok. Penyaluran dilakukan secara bertahap ke seluruh kabupaten/kota di Sulut.

“Penyaluran ini bukan sekadar distribusi beras, tetapi bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat,” kata Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus dalam sambutannya. “Pemerintah hadir untuk memastikan setiap warga memiliki akses terhadap pangan yang cukup, aman, dan terjangkau,” lanjutnya.

Gubernur Yulius menjelaskan bahwa program ini juga mendukung arahan Presiden RI terkait penguatan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) secara nasional. Selain itu, penyaluran dilakukan menjelang perayaan Pengucapan Syukur yang menjadi tradisi masyarakat Sulut.

“Saya mengajak semua pemerintah daerah untuk mengawal distribusi ini dengan baik dan tepat sasaran. Saya berharap sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota terus terjaga demi kesejahteraan masyarakat Sulawesi Utara,” tambah Gubernur Yulius.

Program bantuan ini menjadi salah satu langkah konkret pemerintah daerah dalam menjaga daya beli masyarakat serta menjamin ketersediaan pangan di tengah fluktuasi harga yang kerap terjadi, terutama menjelang momentum hari besar keagamaan dan budaya lokal. (fn)