Gelombang Demonstrasi: RAKO Ingatkan Bahaya Kebijakan Tanpa Kajian Matang
Suasana aksi mahasiswa di depan kantor DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Foto: Sulut24/fn)
Harianto Nanga menilai aksi mahasiswa bagian dari demokrasi, namun mengingatkan perlunya evaluasi kebijakan pajak, tunjangan pejabat, dan UKT.
Sulut24.com, MANADO - Ketua LSM Rakyat Anti Korupsi, Harianto Nanga, menanggapi gelombang aksi demonstrasi mahasiswa yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia. Ia menilai gerakan mahasiswa membawa dampak positif bagi demokrasi, tetapi juga menimbulkan risiko keamanan bagi pemerintah.
“Setiap pergerakan mahasiswa secara politik ada yang dirugikan, ada yang diuntungkan. Kalau melihat dari sisi demokrasi itu baik, tetapi dari sisi pemerintahan ada kekhawatiran keamanan,” kata Harianto, Senin (1/9).
Ia menegaskan, perubahan memang membutuhkan pengorbanan, namun menolak aksi anarkis yang berujung pada pembakaran fasilitas maupun korban jiwa.
“Kita tidak sepakat sampai bakar-bakaran sampai menimbulkan korban jiwa,” ujarnya.
Menurut Harianto, akar persoalan terletak pada rendahnya sensitivitas legislatif dan eksekutif terhadap penderitaan masyarakat.
Ia menyoroti perjuangan mahasiswa untuk membayar uang kuliah tunggal (UKT) di tengah pelemahan ekonomi, kontras dengan penambahan tunjangan bagi anggota DPR.
“Pemerintah juga begitu senang memungut dan menaikkan pajak tanpa memikirkan penderitaan masyarakat,” tambahnya.
Harianto menilai setiap keputusan negara sebaiknya dilengkapi dengan kajian dampak ekonomi, sosial, dan keamanan. Ia mendorong lembaga legislatif, eksekutif, serta yudikatif melakukan evaluasi menyeluruh terhadap situasi saat ini.
“Perlu ada tenggang rasa antar sesama masyarakat Indonesia karena itu yang kurang saat ini, sehingga ke depan pemerintah lebih bijak dalam membuat keputusan,” kata dia.
Ia juga menekankan pentingnya optimalisasi pengelolaan sumber daya alam ketimbang menaikkan pajak masyarakat.
“Indonesia kaya dengan sumber daya alam sehingga seharusnya pemerintah fokus meningkatkan pendapatan dari sumber daya tersebut,” ujar Harianto.
Gelombang aksi mahasiswa terjadi dalam sepekan terakhir, dipicu berbagai isu diantaranya kritik terhadap sikap anggota DPR serta ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah. Beberapa demonstrasi berujung pada bentrokan dengan aparat dan kerusakan fasilitas umum. (fn)

