Nelayan Desa Lalue Keluhkan Pelayanan SPBU Maririk - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Widget HTML Atas

Nelayan Desa Lalue Keluhkan Pelayanan SPBU Maririk

Nelayan di Desa Lalue usai melaut (Foto: ist)

Nelayan sebut hanya dilayani 5–10 liter BBM, sementara pangkalan mendapat jatah lebih besar.

Sulut24.com, TALAUD - Sejumlah nelayan asal Desa Lalue, Kecamatan Esaang, Kabupaten Kepulauan Talaud, mengeluhkan pelayanan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 76.95810 Maririk yang dinilai lebih memprioritaskan penjualan dalam jumlah besar kepada pangkalan.

Keluhan disampaikan oleh Stevi Lulage, salah satu nelayan Desa Lalue, melalui pesan WhatsApp pada Sabtu (20/9). Ia menyebut nelayan kecil hanya bisa membeli sekitar 5–10 liter, jauh di bawah kebutuhan harian mereka untuk melaut.

“Pertamina ini so menyusahkan nelayan. Yang senang cuma pangkalan. Apalagi harga minyak di nelayan pe doi sama pangkalan doi beda. Mana kebijakan pemerintah untuk mensejahterakan kami para nelayan?” kata Stevi.

Menurutnya, rata-rata nelayan Desa Lalue membutuhkan sekitar 25 liter bahan bakar setiap kali pergi melaut. Keterbatasan pasokan dari SPBU membuat aktivitas melaut menjadi terhambat.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh nelayan lainnya, Soleman dan Maksih Pandagitan, yang meminta pemerintah daerah turun tangan memfasilitasi distribusi BBM agar lebih berpihak kepada nelayan kecil.

Para nelayan berharap SPBU Maririk dapat menetapkan kuota pelayanan harian bagi nelayan sekitar 20–25 liter sesuai kebutuhan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola SPBU Maririk Kecamatan Esaang belum memberikan keterangan resmi. (ep)