Jembatan di Desa Bulude Ambruk Diterjang Banjir, Akses Essang–Rainis di Talaud Terputus - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Widget HTML Atas

Jembatan di Desa Bulude Ambruk Diterjang Banjir, Akses Essang–Rainis di Talaud Terputus

Suasana jembatan yang ambruk (Foto : Ist)

Hujan deras sejak Sabtu pagi menyebabkan jembatan di ruas jalan nasional ambruk; BPJN Sulut segera lakukan penanganan darurat.

Sulut24.com, TALAUD - Sebuah jembatan di Desa Bulude, Kecamatan Essang, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, ambruk setelah diterjang banjir akibat hujan deras pada Sabtu (25/10) pagi. Peristiwa tersebut menyebabkan akses transportasi di ruas jalan nasional Essang–Rainis sementara terputus.

Informasi mengenai ambruknya jembatan pertama kali muncul di media sosial melalui unggahan warga bernama Ober Pianaung di Facebook, yang menampilkan kondisi jembatan rusak parah akibat kuatnya arus air.

Kepala UPTD Wilayah IV Talaud Dinas PUPRD Provinsi Sulawesi Utara, Erens Nusa, membenarkan kejadian tersebut.

“Kondisi jembatan di Desa Bulude yang rusak karena banjir sudah kami laporkan secara khusus kepada Kasatker Wilayah III BPJN Sulut, dan sudah mendapat respon untuk segera dilakukan penanganan,” kata Erens.

Ia menjelaskan bahwa jembatan yang rusak merupakan bagian dari jalan nasional yang menghubungkan wilayah Essang dengan Rainis. Kerusakan terjadi akibat derasnya aliran air yang meluap dari sungai di sekitar lokasi.

Menurut Erens, pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara melalui Satker Wilayah III telah menyiapkan langkah cepat untuk memperbaiki jembatan tersebut agar mobilitas masyarakat segera pulih. 

“Penanganan darurat sedang disiapkan untuk memastikan konektivitas antarwilayah tetap terjaga,” ujarnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya mengeluarkan peringatan dini potensi hujan dengan intensitas tinggi di wilayah kepulauan Sulawesi Utara, termasuk Kabupaten Kepulauan Talaud, pada akhir pekan ini. Kondisi geografis Talaud yang dikelilingi perairan membuat wilayah ini rentan terhadap banjir bandang dan longsor saat curah hujan meningkat.

Belum ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini, namun arus transportasi darat antara Essang dan Rainis masih terganggu. (ep)