Lima ABK Lompat ke Laut, Kapal LCT Remu Selatan Mati Mesin di Teluk Manado
Tangkapan layar proses evakuasi ABK Kapal LCT Remu Selatan (Foto: ist)
Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi seluruh awak kapal LCT Remu Selatan yang sempat panik dan melompat ke laut setelah mesin kapal mati di perairan Teluk Manado, Senin pagi.
Sulut24.com, MANADO - Sebanyak lima anak buah kapal (ABK) Kapal LCT Remu Selatan berhasil diselamatkan oleh Tim SAR Gabungan setelah kapal mereka mengalami mati mesin di Teluk Manado, Sulawesi Utara, pada Senin (27/10). Seluruh awak, termasuk kapten kapal, dilaporkan selamat.
Kapal LCT Remu Selatan bertolak dari Dermaga TNI AD 7-12 di Tateli menuju Kabupaten Kepulauan Sangihe sekitar pukul 05.00 WITA dengan enam orang di dalamnya, terdiri dari satu kapten dan lima ABK. Sekitar pukul 06.00 WITA, kapal dilaporkan mengalami mati mesin di tengah Teluk Manado.
Akibat insiden tersebut, lima ABK dilaporkan panik dan melompat ke laut, sementara sang kapten tetap berada di atas kapal menunggu pertolongan.
Tim Rescue Unit Siaga SAR Kota Manado segera dikerahkan setelah laporan diterima oleh Kantor Basarnas Sulawesi Utara.
“Setelah menerima laporan, kami langsung mengirim tim untuk melakukan pencarian dan evakuasi di lokasi kejadian. Seluruh korban berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat,” demikian pernyataan resmi dari Kantor Basarnas Sulawesi Utara.
Para korban kemudian dibawa ke Dermaga Manado Bay sebelum dievakuasi ke Rumah Sakit Siloam Manado guna menjalani pemeriksaan medis.
Basarnas Sulawesi Utara mengimbau masyarakat dan pelaku pelayaran untuk lebih waspada dalam beraktivitas di laut, mengingat kondisi cuaca di wilayah Sulawesi Utara saat ini tidak menentu.
“Kami mengingatkan agar seluruh masyarakat, terutama nelayan dan pelaku pelayaran, selalu memperhatikan prakiraan cuaca sebelum berlayar,” kata Basarnas melalui keterangan tertulis.
Menurut laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah perairan Sulawesi Utara dalam beberapa hari terakhir dilanda angin kencang dan gelombang tinggi dengan potensi hujan sedang hingga lebat.
Insiden ini menambah daftar peringatan bagi kapal-kapal kecil dan menengah agar selalu memastikan kondisi mesin dan peralatan keselamatan berfungsi sebelum berlayar. (fn)


