Warga Lingkar TPA Sumompo Kembali Desak Pemkot Manado Tutup dan Pindahkan TPA ke Ilo-Ilo - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Widget HTML Atas

Warga Lingkar TPA Sumompo Kembali Desak Pemkot Manado Tutup dan Pindahkan TPA ke Ilo-Ilo

Suasana aksi warga lingkar TPA di depan gerbang masuk TPA Sumompo (Foto: Sulut24/fn)

Aksi unjuk rasa digelar di pintu masuk TPA Sumompo: warga menuntut realisasi janji pemindahan TPA dan menyoroti risiko pencemaran udara serta ancaman gas berbahaya.

Sulut24.com, MANADO - Warga lingkar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumompo di Manado mendesak Pemerintah Kota Manado segera menutup dan memindahkan aktivitas pengelolaan sampah ke TPA Ilo-Ilo. 

Tuntutan itu disampaikan melalui aksi unjuk rasa di depan gerbang masuk TPA Sumompo pada Rabu (10/12), dipicu kekhawatiran atas pencemaran udara dan keterlambatan realisasi proyek pemindahan TPA.

Koordinator aksi, Yasri Badoa, mengatakan warga menolak aktivitas TPA yang dinilai menimbulkan bau menyengat dan risiko kesehatan. 

“Kami hanya ingin hidup dengan udara bersih. Aksi ini adalah bentuk kritik terhadap kondisi yang selama ini dirasakan warga,” ujar Badoa.

Badoa menyatakan Wali Kota Manado perlu menepati janji kampanye periode pertamanya untuk memindahkan TPA Sumompo. 

Ia juga menyoroti pernyataan Kepala Dinas Lingkungan Hidup yang mengklaim proses pemindahan ke Ilo-Ilo telah dimulai sejak beberapa tahun lalu, namun belum menunjukkan progres nyata. 

“Kami tidak lagi percaya janji pemerintah tanpa perjanjian tertulis yang ditandatangani Wali Kota. Warga siap menempuh jalur hukum atas dugaan pelanggaran HAM,” katanya.

Warga menilai aktivitas TPA Sumompo masih menggunakan metode open dumping, tanpa pengolahan dan pemilahan sampah. 

Kondisi ini dinilai meningkatkan risiko paparan gas metana dan hidrogen sulfida yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat sekitar.

Tokoh masyarakat lingkar TPA, Pitres Caroles Sombowadile, mengatakan aksi berlangsung bertepatan dengan peringatan Hari Hak Asasi Manusia. 

Ia mengingatkan bahwa penutupan TPA Sumompo telah menjadi bagian dari kesepakatan antara warga dan pemerintah pada 26 September 2025. 

“Warga sudah tinggal di wilayah ini sebelum TPA dibangun dan diperluas. Janji pemindahan TPA sudah diberikan sejak era Jimmy Rimba Rogi, Vecky Lumentut hingga Andrei Angouw, tetapi belum pernah direalisasikan,” ujar Sombowadile.

TPA Sumompo merupakan salah satu lokasi pembuangan sampah terbesar di Kota Manado. Rencana pemindahannya ke TPA Ilo-Ilo telah masuk dalam agenda pembangunan, namun prosesnya berjalan lambat dan belum memasuki tahap final.

Warga meminta Pemkot Manado mempercepat keputusan terkait masa depan TPA Sumompo untuk menjamin keselamatan dan kesehatan penduduk yang tinggal di area terdampak. 

Mereka juga mendesak kejelasan mengenai status pembangunan TPA Ilo-Ilo yang sampai saat ini tidak menunjukkan kemajuan. (fn)