Awal Tahun 2026, PMI Minut Gandeng Aktivis Gelar Aksi Donor Darah - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Widget HTML Atas

Awal Tahun 2026, PMI Minut Gandeng Aktivis Gelar Aksi Donor Darah

Suasana kegiatan donor darah (Foto: ist)

Kolaborasi PMI Minut dan Aktivis Jawab Lonjakan Permintaan Darah Awal 20.

Sulut24.com, MINAHASA UTARA - Awal tahun 2026, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Minahasa Utara (Minut) bergerak cepat mengatasi krisis ketersediaan darah. Bertempat di Pendopo Kantor Bupati Minahasa Utara, PMI menggelar aksi donor darah massal pada Senin (12/1/2026).

Langkah ini diambil sebagai respons atas fenomena tahunan di mana stok darah cenderung merosot tajam pasca perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), sementara permintaan dari berbagai rumah sakit justru melonjak.

Krisis Stok di Tengah Fluktuasi Pendonor
Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Minahasa Utara, Harrold Sepang, mengungkapkan bahwa periode Desember hingga Januari selalu menjadi tantangan besar. 

“Pasca Nataru, stok darah kami berada di titik minimal. Di sisi lain, rumah sakit jejaring terus mengirimkan permintaan yang cukup tinggi. Aksi hari ini adalah langkah konkret kami untuk menjamin pemenuhan kebutuhan pasien,” ujar Sepang.

Menurutnya, kebutuhan ideal darah di Minahasa Utara berkisar antara 300 hingga 500 kantong per bulan. Angka ini merujuk pada standar WHO, di mana ketersediaan darah minimal harus mencakup 2 persen dari total populasi. 

Dengan jumlah penduduk Minut yang mencapai 250 ribu jiwa, menjaga kestabilan stok menjadi perjuangan yang dinamis.

Aksi kali ini terasa spesial karena adanya kolaborasi erat dengan aktivis lokal, William Luntungan. Hasilnya cukup signifikan; lebih dari 30 kantong darah berhasil dikumpulkan dalam waktu singkat. 

Para pendonor berasal dari berbagai kalangan, mulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga tenaga outsourcing yang dikenal dengan sebutan “Rompi Orange”.

William Luntungan mengaku tergerak setelah mendengar kabar menipisnya cadangan darah di awal tahun.

“Kami mendapat informasi bahwa stok menipis. Bagi kami, ini adalah panggilan kemanusiaan yang juga sejalan dengan program sosial pemerintah di bawah kepemimpinan JG-KWL,” kata William.

Lebih lanjut, William mengajak masyarakat untuk tidak takut mendonorkan darahnya. Ia bahkan menjadikan donor darah sebagai komitmen pribadi atau nazar untuk dilakukan minimal tiga hingga empat kali dalam setahun.

“Banyak yang khawatir soal efek samping, padahal secara medis justru sangat bermanfaat bagi kesehatan jantung dan regenerasi sel darah kita sendiri,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, PMI Minut berharap kesadaran masyarakat untuk berdonor secara sukarela terus meningkat, sehingga “badai” kekurangan stok darah di momen-momen hari besar tidak lagi terulang di masa depan. (Joyke)