Bupati Talaud Fasilitasi Dialog Damai, TNI AL Minta Maaf atas Insiden Melonguane
Foto bersama usai dialog (Foto: ist)
Dankodal VIII Tegaskan Proses Hukum
Transparan terhadap Oknum Lanal.
Sulut24.com, TALAUD - Bupati Kepulauan Talaud Welly Titah pada Selasa (27/1/2026) memfasilitasi dialog damai antara TNI Angkatan Laut dan masyarakat menyusul insiden penganiayaan oleh oknum anggota Lanal Melonguane yang melukai tujuh warga di Pelabuhan Melonguane pada 22 Januari lalu.
Pertemuan yang digelar di ruang kerja Bupati itu dihadiri Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Dankodal) VIII Manado Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi, unsur Forkopimda, tokoh adat, tokoh agama, perwakilan korban, dan organisasi masyarakat, sebagai upaya pemulihan keamanan dan keharmonisan sosial di Talaud.
“Setiap tindakan yang mencederai rasa keadilan masyarakat tidak dapat dibenarkan,” kata Bupati Welly Titah dalam dialog tersebut, seraya mengajak semua pihak menahan diri dan mengedepankan kearifan lokal adat Talaud untuk menjaga stabilitas daerah.
Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat Talaud atas insiden tersebut.
“Kami memastikan proses hukum berjalan transparan dan objektif. Oknum yang terlibat akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa anggota yang terlibat akan dibawa ke Markas Komando di Manado untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut, tanpa upaya menutup-nutupi kasus tersebut.
Menurut perwakilan Aliansi Masyarakat Melonguane, terdapat tujuh korban dalam insiden itu, termasuk satu warga yang dirujuk ke rumah sakit di Manado dan enam lainnya masih menjalani perawatan di Melonguane.
“Kami mengapresiasi respons cepat pimpinan TNI AL, namun menuntut pendampingan dan keadilan bagi seluruh korban,” kata salah satu perwakilan aliansi.
Insiden penganiayaan di Pelabuhan Melonguane sebelumnya memicu kekhawatiran masyarakat terkait keamanan dan penegakan hukum di wilayah perbatasan tersebut, yang memiliki posisi strategis di utara Sulawesi.
Dialog damai itu ditutup dengan Doa Adat Mamansunge yang dipimpin Ketua Adat setempat, sebagai simbol rekonsiliasi dan harapan agar proses hukum berjalan adil serta situasi keamanan di Talaud kembali kondusif. (ep)

