PLN Pastikan Pasokan BBM Pembangkit di Melonguane Aman Usai Cuaca Ekstrem
Kantor PT. PLN ULP Melonguane (Foto: ist)
Pemadaman Januari Disebabkan Keterlambatan Kapal dan Gangguan Jaringan, Bukan Kekurangan BBM.
Sulut24.com, TALAUD - PT. PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Melonguane memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) untuk pembangkit listrik di wilayah Melonguane dan sekitarnya berada dalam kondisi aman dan terkendali, setelah sempat terjadi pemadaman bergilir akibat keterlambatan pasokan karena cuaca ekstrem.
Manager PLN ULP Melonguane, Adithya Pranata, mengatakan cuaca buruk di wilayah perairan beberapa hari lalu menyebabkan keterlambatan kedatangan kapal pengangkut BBM MT QOWWIY menuju Kepulauan Talaud untuk memasok PLTD Tarun dan PLTD Melonguane.
“Kondisi tersebut berdampak pada menipisnya stok BBM sehingga PLN terpaksa melakukan pemadaman bergilir pada 18–19 Januari sebagai langkah pengamanan sistem kelistrikan,” ujar Adithya, Rabu (28/1).
Menurut Adithya, situasi kembali normal setelah kapal pengangkut BBM tiba pada 19 Januari. Sejak 20 Januari, tidak ada lagi pemadaman listrik yang disebabkan oleh kekurangan BBM di wilayah kerja PLN ULP Melonguane.
Ia menegaskan bahwa gangguan listrik yang terjadi belakangan ini bukan disebabkan oleh stok BBM, melainkan akibat gangguan teknis pada jaringan distribusi.
Gangguan tersebut mencakup masalah pada kabel Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) dan Saluran Kabel Tegangan Menengah (SKTM), serta munculnya partial discharge pada trafo step up di PLTD Tarun.
“Selain itu, saat ini juga sedang dilakukan kegiatan peningkatan keandalan dan kualitas pelayanan pada mesin pembangkit,” kata Adithya.
PLN memastikan ketersediaan BBM untuk ULP Melonguane aman hingga 30 Januari, sambil menunggu pasokan berikutnya yang dijadwalkan tiba pada tanggal yang sama.
Wilayah pelayanan PLN ULP Melonguane meliputi lima kecamatan di Kabupaten Kepulauan Talaud, yakni Melonguane, Melonguane Timur, Rainis, Pulutan, dan Tampa Na’ma.
“PLN terus berupaya meningkatkan keandalan pasokan listrik dan memohon pengertian serta dukungan masyarakat selama proses peningkatan layanan berlangsung,” ujar Adithya menambahkan. (ep)

