Tokoh Talaud Apresiasi Respons Cepat TNI AL Tangani Dugaan Penganiayaan Warga di Melonguane - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Widget HTML Atas

Tokoh Talaud Apresiasi Respons Cepat TNI AL Tangani Dugaan Penganiayaan Warga di Melonguane

Godfried Timpua bersama Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi (Foto: ist)

Godfried Timpua nilai langkah pimpinan Koarmada VIII Manado mencerminkan komitmen supremasi hukum dan kemanusiaan.

Sulut24.com, TALAUD - Tokoh masyarakat Kepulauan Talaud sekaligus mantan anggota DPRD Talaud, Godfried Timpua, menyampaikan apresiasi kepada Komandan Komando Armada (Koarmada) VIII Manado, Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi, atas penanganan cepat dan profesional terhadap kasus dugaan penganiayaan warga sipil di Melonguane yang melibatkan oknum anggota TNI Angkatan Laut.

Godfried menyampaikan pernyataan itu saat menyambut kedatangan Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi di Kepulauan Talaud, yang datang untuk merespons langsung insiden tersebut dan memastikan proses penanganan berjalan sesuai prosedur.

“Kami mengapresiasi penanganan yang sangat cepat dan profesional. Ini menunjukkan komitmen TNI AL dalam menjunjung tinggi supremasi hukum dan nilai-nilai kemanusiaan,” kata Godfried, Selasa (27/1).

Ia mengatakan masyarakat Talaud menaruh kepercayaan bahwa kasus dugaan penganiayaan tersebut akan diselesaikan secara adil dan transparan, baik melalui mekanisme internal TNI AL maupun proses hukum yang berlaku.

Menurut Godfried, langkah terbuka pimpinan TNI AL penting untuk menjaga kepercayaan publik, khususnya di wilayah kepulauan perbatasan seperti Talaud, yang memiliki hubungan sosial erat antara masyarakat dan aparat keamanan.

Godfried juga mengimbau masyarakat, termasuk korban dan keluarga, untuk membuka ruang rekonsiliasi demi menjaga stabilitas sosial dan kedamaian di Melonguane.

“Percayalah, di balik peristiwa ini Tuhan akan membuka pintu berkat bagi kita semua,” ujarnya.

Ia menguatkan ajakan tersebut dengan mengutip Roma 12:19, yang menekankan agar keadilan tidak ditegakkan melalui pembalasan pribadi, melainkan diserahkan kepada Tuhan dan mekanisme hukum yang sah.

Menutup pernyataannya, Godfried menyampaikan pesan kearifan lokal Talaud sebagai simbol persatuan dan harapan akan perdamaian. 

“Sansiotte sampatepate, Sangkundiman suparamaian. Mawu mapia si ite abbi,” katanya. (ep)