Gubernur Sulut Yulius Selvanus Soroti Energi Tahun Kuda Api dalam Perayaan Imlek 2577 - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Widget HTML Atas

Gubernur Sulut Yulius Selvanus Soroti Energi Tahun Kuda Api dalam Perayaan Imlek 2577

Foto bersama saat kunjungan Gubenur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus di kediaman Ketua Kadin Kota Manado Jemmy Asiku (Foto: ist)

Yulius Selvanus Tekankan Harmoni dan Kendali Diri dalam Perayaan Imlek 2577 di Manado. 

Sulut24.com, MANADO - Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus menyatakan Tahun Kuda Api 2026 sebagai tahun “Aksi dan Transformasi” dalam sambutannya pada perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di kediaman Ketua Kadin Kota Manado Jemmy Asiku, Selasa (17/2). 

Dalam acara yang dihadiri tokoh masyarakat dan pelaku usaha tersebut, Yulius menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara semangat dan pengendalian diri di tengah energi besar yang dilambangkan Tahun Kuda Api.

“Tahun Kuda Api adalah tahun aksi dan transformasi. Kuncinya adalah menjaga keseimbangan antara semangat yang membara dengan kontrol diri. Jika kita bisa menjinakkan energinya, tahun ini akan membawa kemajuan besar, namun jika dibiarkan liar, ia bisa membakar apa yang sudah dibangun,” kata Yulius dalam sambutannya.

Menurutnya, perayaan Imlek bukan sekadar tradisi pergantian kalender, melainkan momentum refleksi dan penguatan komitmen kebersamaan.

“Bagi umat Konghucu dan masyarakat Tionghoa, Imlek adalah ungkapan syukur atas berkat tahun lalu sekaligus harapan baru untuk masa depan yang lebih cerah,” ujarnya.

Dalam astrologi Tionghoa, Tahun Kuda Api melambangkan energi, kecepatan, keberanian serta daya juang. Simbol tersebut, kata Yulius, relevan dengan semangat pembangunan daerah yang membutuhkan kerja cepat namun terukur.

Ia juga menyinggung tema nasional perayaan tahun ini, “Harmoni Imlek Nusantara”, yang menurutnya mencerminkan pentingnya memperkuat persatuan dalam keberagaman.

“Harmoni bukan hanya hidup berdampingan, tetapi saling menerima, saling menguatkan, dan saling menumbuhkan dalam keberagaman,” kata Gubernur.

Yulius menambahkan bahwa Nusantara adalah rumah bersama berbagai suku, budaya, bahasa dan agama yang dipersatukan dalam identitas kebangsaan Indonesia.

Sulawesi Utara sendiri dikenal sebagai salah satu provinsi dengan tingkat toleransi yang relatif tinggi di Indonesia, dengan komposisi masyarakat yang majemuk dari sisi etnis dan agama. Pemerintah daerah, kata Yulius, berkomitmen menjaga stabilitas sosial sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi dan investasi. (fn)