Imlek 2026, Ketua Kadin Manado Tegaskan Pentingnya Kerja Keras Hadapi Tahun Dinamis - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Widget HTML Atas

Imlek 2026, Ketua Kadin Manado Tegaskan Pentingnya Kerja Keras Hadapi Tahun Dinamis

Ketua Kadin Kota Manado Jemmy Asiku saat menyampaikan sambutan (Foto: ist)

Perayaan Imlek 2577 Kingzili di Manado Soroti Siklus 60 Tahunan dan Ajakan Perkuat Toleransi. 

Sulut24.com, MANADO - Ketua Kadin Kota Manado Jemmy Asiku menyatakan Tahun Baru Imlek 2577 Kingzili atau Tahun Kuda Api 2026 menjadi momentum untuk bekerja keras dan memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat. 

Pernyataan itu disampaikan dalam sambutannya pada perayaan Tahun Baru Imlek 2026 di kediamannya di Manado, Sulawesi Utara, yang turut dihadiri Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus didampingi Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Sulawesi Utara Anik Fitri Wandriani dan jajaran pejabat Pemprov Sulawesi Utara. 

Menurut Jemmy, Tahun Kuda Api merupakan salah satu kombinasi zodiak yang dinamis, penuh gairah, namun juga menantang. Ia menyebut siklus tersebut terjadi setiap 60 tahun sekali.

“Secara siklus, tahun ini hanya terjadi setiap 60 tahun sekali, terakhir pada 1966 dan berikutnya 2026. Intinya kita harus bekerja keras dalam segala hal,” kata Jemmy dalam sambutannya, Selasa (17/2). 

Dalam penanggalan Tionghoa, kombinasi shio dan unsur memang berulang setiap 60 tahun berdasarkan sistem batang langit dan cabang bumi. Tahun Kuda yang dipadukan dengan unsur api kerap dimaknai sebagai simbol energi, pergerakan cepat dan dinamika tinggi.

Pada kesempatan itu, Jemmy juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus yang hadir dalam perayaan tersebut.

“Kami berterima kasih kepada bapak Gubernur dan rombongan yang sudah menyempatkan datang di kediaman kami dalam rangka merayakan Tahun Baru Imlek ini,” ujarnya.

Ia berharap semangat kebersamaan, persaudaraan dan toleransi yang telah terjalin di Sulawesi Utara dapat terus dipelihara dan ditingkatkan. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat menjadi faktor penting dalam menunjang pembangunan daerah.

Sulawesi Utara dikenal sebagai salah satu provinsi dengan tingkat keberagaman agama dan etnis yang relatif harmonis. 

Perayaan Imlek setiap tahun umumnya dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan pelaku usaha sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan sosial dan ekonomi di wilayah tersebut. (fn)