Pemerintah Gelontorkan Stimulus Ramadan–Idulfitri 2026, Fokus Dorong Konsumsi dan Mobilitas
Tangkapan layar suasana konferensi pers APBNKITA edisi Februari 2026 (Foto: ist)
Diskon transportasi, bantuan pangan, dan THR Rp55 triliun jadi motor peningkatan mobilitas dan pertumbuhan ekonomi triwulan I 2026.
Sulut24.com, EKONOMI - Pemerintah Indonesia menyiapkan paket stimulus konsumsi selama periode Ramadan hingga Idulfitri 2026 melalui diskon transportasi, bantuan pangan, dan pembayaran tunjangan hari raya (THR) bagi aparatur negara, sebagai upaya mendorong mobilitas masyarakat dan mempercepat belanja negara pada triwulan pertama 2026, kata Menteri Keuangan RI Purbaya Yudi Sadewa dalam konferensi pers APBNKITA edisi Februari, Senin (23/2).
Pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp0,92 triliun untuk program diskon transportasi yang mencakup moda kereta api, angkutan laut, penyeberangan, dan penerbangan.
Untuk kereta api yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia, diskon sebesar 30% dari harga tiket diberikan pada 14–29 Maret 2026 dengan target sekitar 1,2 juta penumpang.
Pada sektor angkutan laut, layanan PT Pelayaran Nasional Indonesia memberikan potongan 30% dari tarif dasar tiket selama 11 Maret hingga 5 April 2026 dengan estimasi penerima manfaat 445 ribu penumpang.
Diskon juga diberikan pada angkutan penyeberangan yang dikelola PT ASDP Indonesia Ferry berupa pembebasan 100% tarif jasa kepelabuhanan pada 12–31 Maret 2026, menjangkau sekitar 403 ribu penumpang dan 945 ribu kendaraan atau sekitar 2,4 juta orang.
Di sektor penerbangan, pemerintah menurunkan harga tiket pesawat sekitar 17%–18% untuk pembelian tiket pada 10 Februari hingga 29 Maret 2026, dengan estimasi 3,3 juta penumpang menerima manfaat.
Selain transportasi, pemerintah menyalurkan bantuan pangan berupa beras 10 kilogram dan minyak goreng 2 liter kepada 35,04 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dari kelompok desil 1–4. Bantuan disalurkan satu kali untuk dua bulan sekaligus, yakni Februari dan Maret 2026, dengan total anggaran Rp14,09 triliun.
Pemerintah juga menyiapkan pembayaran THR bagi aparatur sipil negara, TNI, Polri, pensiunan, dan penerima pensiun kepada sekitar 10,5 juta orang dengan nilai anggaran Rp55 triliun. Penyaluran dijadwalkan mulai minggu pertama Ramadan.
“Pemerintah menyiapkan stimulus untuk mendorong konsumsi selama periode Ramadan–Idulfitri 2026 dan mengakselerasi belanja,” kata Purbaya Yudi Sadewa dalam konferensi pers tersebut.
Di sisi belanja negara lainnya, pemerintah akan mempercepat realisasi subsidi pupuk senilai Rp30 triliun, pembayaran kompensasi energi Rp27 triliun, serta pendanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh dan Sumatera Utara.
Baca:
Langkah tersebut, menurut pemerintah, ditujukan untuk menjaga daya beli masyarakat, memastikan biaya mobilitas tetap terjangkau, serta memanfaatkan momentum musiman hari raya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi pada awal tahun.
Program stimulus Ramadan–Idulfitri merupakan bagian dari strategi fiskal jangka pendek pemerintah yang secara historis berfokus pada peningkatan konsumsi rumah tangga, komponen terbesar dalam produk domestik bruto Indonesia. (fn)
