Ketua Dewan Masjid Talaud Sesalkan Pemadaman Listrik Jelang Idul Fitri 1447 H - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Widget HTML Atas

Ketua Dewan Masjid Talaud Sesalkan Pemadaman Listrik Jelang Idul Fitri 1447 H

Ketua Dewan Masjid Kabupaten Kepulauan Talaud, Haji. Arianto Paneo (Foto: ist)

Pemadaman Listrik Jelang Idul Fitri 1447 H di Talaud Tuai Kritik, Warga Mengeluh dan Harap Solusi Nyata.

Sulut24.com, TALAUD - Pemadaman listrik yang kembali terjadi di ibu kota Kabupaten Kepulauan Talaud, Melonguane menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di Kabupaten Kepulauan Talaud menuai kritik tajam dari tokoh masyarakat. 

Ketua Dewan Masjid Kabupaten Kepulauan Talaud, Haji. Arianto Paneo, secara terbuka menyampaikan kekecewaan dan keprihatinannya atas kondisi yang dinilai terus berulang tersebut.

Menurut Arianto, pemadaman listrik pada momen sakral keagamaan bukan sekadar persoalan teknis, melainkan telah menyentuh aspek kemanusiaan dan spiritual masyarakat. 

Ia menilai, di saat umat Muslim membutuhkan ketenangan untuk beribadah, kondisi gelap dan ketidakpastian justru menjadi hambatan serius.

“Sangat disayangkan, menjelang hari-hari besar justru terjadi pemadaman listrik. Ini bukan hanya mengganggu, tapi melukai perasaan masyarakat,” ujarnya, Jumat (20/3/2026).

Lebih lanjut, ia menggambarkan kondisi warga yang dinilai telah mencapai titik kelelahan akibat ketidakstabilan listrik yang terjadi berulang kali. Warga, khususnya yang tidak memiliki sumber daya alternatif, disebut hanya bisa pasrah menghadapi situasi tersebut.

“Kami sudah patah arang. Air mata seakan telah kering. Penyesalan yang terus berulang ini sangat melelahkan. Entah ke mana lagi kami harus mengadu,” ungkapnya dengan nada penuh kepiluan.

Situasi ini mencerminkan keresahan yang kian meluas di tengah masyarakat Talaud. Minimnya solusi konkret serta belum adanya kejelasan dari pihak terkait dinilai turut menggerus kepercayaan publik terhadap pelayanan dasar, khususnya kelistrikan.

Di tengah keterbatasan yang ada, masyarakat disebut hanya bisa menggantungkan harapan melalui doa. 

“Pada akhirnya, hanya doa yang bisa kami panjatkan. Semoga masyarakat Talaud diberikan ketabahan dan kesabaran yang berlipat,” tambah Arianto.

Pemadaman listrik yang terjadi di momentum penting ini kembali menjadi pengingat bahwa persoalan infrastruktur dasar di wilayah kepulauan seperti Talaud masih membutuhkan perhatian serius. 

Tanpa langkah konkret dan komitmen kuat dari pihak terkait, keluhan masyarakat dikhawatirkan akan terus berulang tanpa solusi yang jelas. (ep)