Gubernur Yulius: Paskah 2026 Momentum Perkuat Toleransi di Sulut
Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus saat menyampaikan sambutan (Foto: ist)
Gubernur Sulut Yulius Selvanus ajak masyarakat jaga kerukunan dan stabilitas keamanan dalam perayaan Paskah Nasional 2026 di Megamas, Manado.
Sulut24.com, MANADO - Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menyerukan penguatan toleransi dan stabilitas keamanan pada perayaan Paskah Nasional 2026 yang digelar di Kawasan Pohon Kasih, Megamas, Kota Manado, Rabu (8/4/2026).
Ia mengajak TNI, Polri, pemerintah daerah, serta tokoh agama dan masyarakat bersinergi menjaga kondusivitas Sulawesi Utara.
Gubernur Yulius Selvanus menegaskan bahwa perayaan Paskah Nasional 2026 merupakan momen strategis bagi Sulawesi Utara. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar perayaan keagamaan, melainkan juga wadah mempererat persaudaraan lintas elemen masyarakat.
"Kegiatan ini merupakan momentum penting dalam mempererat kebersamaan, memperkuat nilai-nilai toleransi, serta menjaga kerukunan antarumat beragama di Sulawesi Utara yang kita cintai bersama," ujar Yulius dalam sambutannya.
Ia juga menyampaikan rasa syukur atas reputasi daerah yang dikenal damai.
"Kita patut bersyukur karena daerah ini dikenal sebagai wilayah yang rukun, damai, dan penuh semangat persaudaraan," katanya.
Yulius secara khusus mengajak seluruh komponen strategis daerah untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
Ia menekankan bahwa keamanan adalah fondasi utama pembangunan dan kesejahteraan.
"Saya mengajak seluruh elemen masyarakat, untuk terus menjaga sinergitas dan soliditas dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif. Stabilitas keamanan merupakan fondasi utama dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat," tegasnya.
Gubernur mengaitkan makna teologis Paskah dengan semangat pemulihan daerah pasca bencana. Ia mendorong masyarakat menjadikan momentum kebangkitan Kristus sebagai inspirasi kolektif.
"Seperti makna kebangkitan Kristus, mari kita jadikan momen ini sebagai kekuatan untuk bangkit kembali dari rasa takut, keputusasaan, dan segala keterbatasan akibat bencana yang baru saja kita lalui," ucapnya.
Yulius juga mengingatkan bahwa toleransi dan kedamaian adalah identitas Sulawesi Utara yang harus terus dijaga.
"Paskah mengajarkan kita untuk hidup saling mengasihi, menghargai perbedaan, dan memperkuat solidaritas sosial," katanya.
Gubernur pun menyerukan sinergi antara institusi gereja, pemerintah dan masyarakat luas. Ia menekankan visi jangka panjang pembangunan Sulawesi Utara dalam kerangka Indonesia Emas 2045.
"Semoga perayaan ini semakin mempererat sinergi antara gereja, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat. Mari kita bergandengan tangan memulihkan daerah kita dan membangun Sulawesi Utara yang lebih maju, sejahtera dan tangguh menuju Indonesia Emas 2045," tandas Gubernur Yulius Selvanus. (fn)


