Tuduhan Amien Rais Soal Orientasi Seksual Seskab Teddy Dinilai Tak Bermoral dan Ancam Persatuan Bangsa
Ilustrasi kecaman ketua GAN Sulawesi Utara kepada Amien Rais (Gambar: ist)
Garuda Astacita Nusantara Sulut Kecam Pernyataan Amien Rais yang Tuding Letkol Teddy Indra Wijaya sebagai 'Gay' Dinilai Fitnah dan Berpotensi Memecah Belah.
Sulut24.com, MANADO - Pernyataan tokoh reformasi Amien Rais yang menuding Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya memiliki kelainan seksual atau 'gay' terus menuai kecaman keras dari berbagai elemen masyarakat dan organisasi kemasyarakatan.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Garuda Astacita Nusantara Sulawesi Utara, Harianto Nanga, secara tegas mengecam tuduhan tersebut dan menilainya sebagai tindakan tidak bermoral yang berpotensi memecah belah bangsa.
Tuduhan yang dilontarkan Amien Rais tersebut tidak hanya menyasar pribadi Letkol Teddy selaku pejabat negara, tetapi juga dianggap mencoreng kehormatan institusi Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat yang telah mendidik dan membentuk karakter Letkol Teddy.
“Ini tentu sangat mencabik-cabik perasaan kita sebagai elemen bangsa. Seorang tokoh yang pernah menjabat dan menjadi salah satu petinggi di negara ini melontarkan tuduhan yang tidak bermoral dan tidak bertanggung jawab,” Harianto Nanga dalam keterangannya, Selasa (5/5/2026).
Tuduhan Dinilai Mencoreng Kehormatan TNI AD
Harianto menegaskan bahwa serangan verbal terhadap Letkol Teddy tidak bisa dilepaskan dari konteks latar belakang sang pejabat yang dibesarkan dan ditempa di lingkungan TNI. Baginya, menyerang Letkol Teddy sama halnya dengan merendahkan institusi militer yang dikenal memiliki standar disiplin dan integritas tinggi.
“Tuduhan ini juga mencoreng keluarga besar TNI Angkatan Darat karena Letkol Teddy merupakan didikan TNI. Kami tahu Letkol Teddy dari kecil hidup di lingkungan TNI dan merupakan sosok putra bangsa yang memiliki talenta yang patut untuk diapresiasi,” tegas Harianto.
Kecaman Keras dan Harapan Agar Peristiwa Tak Terulang
Organisasi Garuda Astacita Nusantara Sulawesi Utara menyatakan kekecewaannya secara resmi dan mendorong agar pernyataan semacam ini tidak dibiarkan begitu saja tanpa pertanggungjawaban. Menurut Harianto, pernyataan tidak berdasar dari tokoh publik sekaliber Amien Rais berpotensi merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi dan pejabat negara.
“Kami sangat kecewa dan mengecam keras tuduhan tersebut. Kami berharap ke depannya tidak ada lagi peristiwa seperti ini karena berpotensi memecah belah bangsa dan membuat kegaduhan yang merugikan kepercayaan masyarakat terhadap pejabat negara,” pungkas Harianto Nanga.
Kasus ini semakin memperluas perdebatan publik mengenai etika berpolitik dan batasan kebebasan berbicara bagi tokoh-tokoh yang masih memiliki pengaruh besar di ruang publik.
Berbagai pihak kini menunggu apakah pernyataan Amien Rais akan berujung pada proses hukum atau sekadar menjadi polemik yang menguap begitu saja. (fn)


