Bertahun-tahun Tak Untung, Ratusan BUMN Kini Akan Ditutup - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Widget HTML Atas

Bertahun-tahun Tak Untung, Ratusan BUMN Kini Akan Ditutup


Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan sambutan di hadapan peserta Konvensi Sains, Teknologi dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 (Foto: ist)

Presiden targetkan konsolidasi BUMN rampung dalam tahun berjalan, pangkas overhead triliunan rupiah yang dinilai membebani uang rakyat.

Sulut24.com, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencana besar-besaran restrukturisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dengan menargetkan penutupan lebih dari 750 perusahaan pelat merah dari total yang kini berjumlah lebih dari 1.000. Pernyataan itu disampaikan di hadapan peserta sarasehan kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta, Minggu (28/6/2026).

Kebijakan konsolidasi BUMN ini bukan hal baru. Prabowo menyebut pemerintahannya telah menutup lebih dari 200 BUMN sejak program rasionalisasi dimulai. Namun target akhirnya lebih dari 1.000 entitas akan ditutup, hanya sekitar 300 atau 250 yang akan dipertahankan beroperasi.

"Ini sedang kita bersihkan, sedang kita tertibkan, dari 1.000 lebih BUMN sekarang kita sudah tutup lebih dari 200, nantinya kita akan bikin tinggal 300 lah ya," ujar Prabowo dalam forum tersebut.

Presiden secara eksplisit menyoroti beban biaya overhead yang dinilainya tidak proporsional. Ia menyebut dari 750 lebih BUMN yang akan ditutup, masing-masing rata-rata memiliki satu direktur utama, empat hingga lima anggota direksi, dan hingga sepuluh komisaris sebuah struktur yang menurutnya menguras uang rakyat tanpa menghasilkan keuntungan.

"750 dirut, 750 direksi kali empat atau kali lima, 750 komisaris kali 10, overhead-nya kayak apa, gajinya kayak apa ini uang rakyat semua, perusahaan tidak untung hanya bayar overhead," tegasnya.

Dengan perhitungan tersebut, penutupan 750 BUMN berpotensi menghapus ribuan posisi komisaris dan direksi sekaligus sebuah perombakan struktural yang belum pernah terjadi dalam sejarah tata kelola perusahaan negara Indonesia.

Prabowo menargetkan seluruh proses konsolidasi ini selesai dalam tahun berjalan, dengan tiga prinsip utama yaitu efisiensi, transparansi, dan orientasi pelayanan kepada rakyat.

"Kita mau sekarang rasional, efisien, dan ini kita buktikan dan ini kita lakukan. Saya minta dalam tahun ini selesai, jadi dalam dua tahun kita akan bikin BUMN lebih efisien, lebih transparan, lebih bekerja untuk rakyat," kata Prabowo. (fn)