Dino Patti Djalal Kritik Pemerintah Tak Kirim Delegasi Resmi ke Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Widget HTML Atas

Dino Patti Djalal Kritik Pemerintah Tak Kirim Delegasi Resmi ke Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei

Tangkapan layar suasana prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei bersama empat anggota keluarga lainnya (Foto: ist)

Mantan Dubes RI untuk Amerika Serikat mempertanyakan sikap diplomasi Indonesia setelah hanya diwakili Duta Besar RI di Teheran.

Sulut24.com, NASIONAL - Mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat, Dino Patti Djalal, mengkritik keputusan Pemerintah Indonesia yang tidak mengirim delegasi resmi untuk menghadiri pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Iran. Kritik tersebut disampaikan melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Minggu (5/7/2026).

Dalam unggahannya, Dino mengaku heran karena, menurut informasi yang diterimanya, Pemerintah Iran telah berupaya mengundang Indonesia untuk mengirim delegasi resmi, namun undangan tersebut tidak mendapat tanggapan. Ia menyebut bahwa pada akhirnya Indonesia hanya diwakili oleh Duta Besar RI di Teheran, yang menurutnya dipandang oleh pihak Iran sebagai bentuk kurangnya penghormatan terhadap undangan tersebut.

Dino juga membandingkan sikap Indonesia dengan sejumlah negara lain yang disebut mengirimkan delegasi resmi, di antaranya Arab Saudi, Qatar, Turki, Oman, Pakistan, Kazakhstan, Rusia, Tiongkok, India, Malaysia, dan Bangladesh. Bahkan, menurutnya, Pakistan mengirim delegasi pada tingkat Presiden. Ia menilai Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia justru tidak mengirim delegasi resmi.

Lebih lanjut, Dino mempertanyakan apakah ketidakhadiran delegasi Indonesia mencerminkan mulai lunturnya politik luar negeri bebas aktif atau adanya persoalan dalam tata kelola pengambilan keputusan diplomasi. 

Menurutnya, kemungkinan lain adalah surat undangan tidak ditindaklanjuti akibat persoalan birokrasi sehingga tidak ada pihak yang mengambil keputusan. Ia juga menyinggung bahwa setidaknya Indonesia dapat mengirim Wakil Menteri Luar Negeri urusan dunia Islam, Anis Matta, namun hal itu tidak dilakukan.

Dino menegaskan bahwa Iran merupakan sahabat lama Indonesia yang selama ini memiliki hubungan hangat dan saling menghormati tanpa konflik. Menurutnya, kehadiran delegasi resmi Indonesia dalam penghormatan terakhir kepada Ayatollah Ali Khamenei seharusnya menjadi momentum untuk menunjukkan komitmen politik luar negeri bebas aktif sekaligus mempertegas persahabatan antara Indonesia dan Iran. 

Ia juga berpendapat bahwa pembunuhan terhadap Ayatollah Ali Khamenei merupakan tindakan ilegal yang melanggar hukum dan norma internasional.

Menutup pernyataannya, Dino mengingatkan agar Indonesia tidak hanya lantang menyuarakan prinsip politik luar negeri bebas aktif, namun juga mampu menunjukkan sikap ketika menghadapi situasi internasional yang sensitif. (fn)