Ulyas Taha Dinilai Sosok Pemersatu Umat dan Dekat dengan Masyarakat Kota Manado
Dr. Drs. H. Ulyas Taha, M.Pd (Foto: ist)
Dr. Ulyas Taha Dinilai Tokoh Muslim Sulawesi Utara yang Aktif Menjaga Kerukunan dan Persatuan Masyarakat.
Sulut24.com, MANADO - Sosok tokoh agama yang mampu membangun hubungan harmonis dengan berbagai elemen masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menjaga kerukunan di Sulawesi Utara.
Salah satu figur yang mendapat perhatian dari sejumlah tokoh masyarakat Kota Manado adalah Dr. Drs. H. Ulyas Taha, M.Pd, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara.
Selain menjalankan tugas sebagai pimpinan lembaga pemerintah, Ulyas Taha juga dikenal sebagai Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Utara.
Perannya dalam organisasi keagamaan dinilai mampu memperkuat persatuan umat Islam sekaligus menjaga nilai toleransi yang selama ini menjadi ciri khas kehidupan masyarakat Sulawesi Utara.
Tokoh masyarakat Kota Manado, Carles Edah, menilai Ulyas Taha merupakan figur pemimpin yang memiliki kemampuan manajemen serta komunikasi yang baik dalam membangun sebuah institusi maupun organisasi.
Menurut Carles, kemajuan sebuah lembaga sangat dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan seseorang dalam mengelola sumber daya dan membangun kerja sama.
“Dr. Drs. H. Ulyas Taha, adalah sosok pemimpin yang mampu membangun komunikasi dengan berbagai pihak. Beliau tidak hanya dikenal sebagai tokoh agama, tetapi juga sebagai figur yang dekat dengan masyarakat dan mampu menciptakan suasana kebersamaan,” ujar Carles, Jumat (10/7/2026).
Ia menambahkan, keberadaan Ulyas Taha sebagai Ketua PWNU Sulawesi Utara juga memberikan kontribusi positif dalam memperkuat persatuan umat Islam di daerah ini.
“Beliau adalah salah satu tokoh pemersatu organisasi umat Muslim di Sulawesi Utara. Sikap terbuka dan pendekatan yang humanis membuat beliau diterima oleh berbagai kalangan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, tokoh masyarakat Kota Manado lainnya, Ilham Katili, menyampaikan bahwa Ulyas Taha merupakan figur yang mampu membangun hubungan lintas komunitas dan mencerminkan semangat toleransi yang menjadi identitas Sulawesi Utara.
“Pak Ulyas Taha adalah tokoh muslim yang sangat berbaur dengan masyarakat Kota Manado. Beliau hadir bukan hanya untuk satu kelompok, tetapi mampu menjalin komunikasi dengan berbagai umat dan elemen masyarakat,” ungkap Ilham.
Ilham juga menilai, kedekatan Ulyas Taha dengan pemerintah daerah menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung berbagai program pembangunan, termasuk sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah provinsi.
“Sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Utara dan Ketua PWNU Sulut, beliau terus mendorong kolaborasi dalam mendukung program pemerintah, termasuk program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes),” jelasnya.
Menurut Ilham, kepemimpinan Ulyas Taha menunjukkan bahwa tokoh agama memiliki peran strategis dalam menjaga keharmonisan sosial sekaligus mendukung pembangunan daerah.
Dengan pengalaman kepemimpinan di bidang keagamaan dan pemerintahan, Dr. Drs. H. Ulyas Taha, M.Pd dinilai menjadi salah satu figur muslim Sulawesi Utara yang mampu menggabungkan nilai keagamaan, pelayanan masyarakat, serta semangat persatuan dalam kehidupan bermasyarakat. (fn)


