Megawati Soroti BPJS Mulai “Dikutak-katik”: Minta Anggaran untuk Rakyat Ditambah - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Widget HTML Atas

Megawati Soroti BPJS Mulai “Dikutak-katik”: Minta Anggaran untuk Rakyat Ditambah

Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri saat menyampaikan pidato (Foto: ist)

Ketua Umum PDIP Megawati menyoroti keberlangsungan BPJS Kesehatan dan meminta Kementerian Kesehatan serta Kementerian Keuangan memperkuat anggarannya.

Sulut24.com, JAKARTA - Presiden kelima Republik Indonesia yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri meminta pemerintah mempertahankan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui BPJS Kesehatan. Ia juga mendorong agar dukungan anggaran untuk program tersebut ditambah demi memastikan masyarakat, khususnya kelompok kurang mampu, tetap memperoleh akses layanan kesehatan.

Pernyataan itu disampaikan Megawati dalam pidatonya pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta, Senin (17/8/2026). Megawati mengaku prihatin dengan kondisi masyarakat yang kesulitan membiayai pengobatan ketika jatuh sakit.

"Saya loh yang bikin BPJS, tapi sekarang mulai dikutik-kutik. Padahal saya bikin itu bagi rakyat banyak, rakyat jelata yang kalau sakit itu tidak mudah mencari uang," kata Megawati dalam pidatonya.

Megawati secara khusus meminta Kementerian Kesehatan dan Kementerian Keuangan memperhatikan keberlangsungan BPJS. Ia berharap program tersebut tidak hanya dipertahankan, tetapi juga diperkuat melalui tambahan anggaran untuk memberikan perlindungan kesehatan yang lebih luas kepada masyarakat.

"Tolong dengarkan ya Kementerian Kesehatan dan Keuangan, tolonglah BPJS itu tetap ada dan ditambahlah uangnya bagi rakyat banyak," ujarnya.

Megawati menegaskan, dirinya tidak bermaksud mencari pengakuan atas pembentukan program tersebut. Menurut dia, gagasan mengenai jaminan kesehatan bagi masyarakat lahir dari keprihatinannya terhadap warga yang harus mencari berbagai cara untuk membiayai kebutuhan pengobatan.

"Saya enggak nyari nama, itu memang saya yang buat karena hati nurani saya sedih melihat rakyat menjual ini, menjual itu," katanya.

Ia kemudian menceritakan pengalamannya melihat seorang ibu menangis di rumah sakit. Pengalaman tersebut, menurut Megawati, menjadi salah satu hal yang mendorong pemikirannya bahwa negara harus hadir memberikan pelayanan dasar kepada masyarakat.

"Saya pernah melihat seorang ibu nangis di rumah sakit. Dari situ saya bisa belajar harus ada yang namanya pemerintah itu juga memberikan bakti kepada rakyatnya bagi kesehatan dan pendidikan," ujar Megawati.

Megawati menekankan bahwa kesehatan dan pendidikan merupakan bagian penting dari tanggung jawab pemerintah kepada rakyat. Karena itu, ia berharap kebijakan negara di kedua sektor tersebut tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat luas, terutama mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi. (fn)