Deklarasikan Komunitas Pekerja Rentan Talaud, Buruh Kapal dan Pengemudi Bentor Perkuat Solidaritas - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Widget HTML Atas

Deklarasikan Komunitas Pekerja Rentan Talaud, Buruh Kapal dan Pengemudi Bentor Perkuat Solidaritas

Suasana deklarasi (Foto: ist)

Sulut24.com, TALAUD - Komunitas Pekerja Rentan Kabupaten Kepulauan Talaud resmi mendeklarasikan wadah perjuangan bersama bagi para pekerja rentan, khususnya buruh kapal dan pengemudi becak motor (bentor). Deklarasi tersebut berlangsung di Rumah Makan Agin Laut, Melonguane, Kecamatan Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Jumat (23/10/2026). 

Deklarasi ini menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas ant pekerja, mendorong peningkatan kesejahteraan, serta memperjuangkan hak-hak pekerja rentan yang selama ini dinilai masih membutuhkan perhatian dan perlindungan.

Koordinator Komunitas Pekerja Rentan Talaud, Frans Ronal Larawo, mengatakan bahwa pembentukan komunitas tersebut diharapkan menjadi wadah bagi para pekerja untuk saling menguatkan, menjaga solidaritas, dan membangun kebersamaan.

Menurut Frans, komunitas ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat berhimpun, tetapi juga sebagai ruang bagi anggota untuk menyampaikan aspirasi dan memberikan masukan dalam merancang program kerja yang positif bagi kemajuan organisasi.

"Komunitas Pekerja Rentan Talaud melalui wadah yang dideklarasikan hari ini diharapkan dapat saling menguatkan dan menjaga solidaritas sesama pekerja, khususnya buruh kapal dan pengemudi bentor," ujarnya.

Ia menambahkan, keterlibatan aktif seluruh anggota sangat diperlukan agar setiap program yang direncanakan dapat menjawab kebutuhan pekerja serta mendukung keberlangsungan organisasi.

Sementara itu, Ketua Buruh Kapal Talaud, Darwin Adam, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta kepedulian terhadap para pekerja rentan melalui pembentukan komunitas tersebut.

Darwin mengungkapkan, selama kurang lebih 20 tahun bekerja sebagai buruh kapal, ia baru merasakan perhatian terhadap kondisi pekerja melalui adanya program pengadaan jaminan kesehatan bagi pekerja rentan.

Menurutnya, perhatian tersebut memberikan harapan baru bagi para buruh kapal dan pengemudi bentor agar keberadaan mereka semakin diakui sebagai kelompok pekerja yang membutuhkan perlindungan dan perhatian.

Ia menilai, pekerja rentan perlu mendapatkan perhatian serius, terutama dalam aspek jaminan kesehatan, kesejahteraan, keselamatan kerja, dan pemenuhan hak-hak pekerja.

Darwin juga mengajak seluruh anggota Komunitas Pekerja Rentan Talaud untuk menjaga kebersamaan, saling menghormati, serta mengingatkan satu sama lain demi kemajuan dan keberlangsungan organisasi.

Ia berharap komunitas tersebut dapat berkembang menjadi wadah perjuangan yang memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggotanya.

Dalam naskah deklarasinya, para pekerja rentan Kabupaten Kepulauan Talaud menyatakan tekad untuk bersatu dalam wadah Komunitas Pekerja Rentan Talaud sebagai sarana perjuangan, solidaritas, dan perlindungan bersama.

Deklarasi tersebut menegaskan komitmen para pekerja untuk mewujudkan keadilan sosial serta mendorong terciptanya kondisi kerja yang layak dan aman.

Berlandaskan semangat gotong royong khas Porodisa, komunitas ini berkomitmen untuk merangkul sesama pekerja, memperjuangkan hak-hak pekerja yang kerap terabaikan, meningkatkan kesejahteraan ekonomi, serta menjadi mitra kritis pemerintah dalam mendorong kebijakan ketenagakerjaan yang inklusif dan berkeadilan.

Melalui deklarasi ini, Komunitas Pekerja Rentan Talaud diharapkan dapat menjadi wadah yang memperkuat posisi pekerja dalam menyampaikan aspirasi, membangun kemandirian, dan mendorong perhatian terhadap kelompok pekerja yang membutuhkan perlindungan lebih baik.

Pembentukan komunitas ini sekaligus menjadi langkah awal untuk membangun kerja sama yang lebih kuat di antara buruh kapal, pengemudi bentor, dan kelompok pekerja rentan lainnya di Kabupaten Kepulauan Talaud.

Dengan semangat satu hati, satu perjuangan, para pekerja berharap keberadaan komunitas tersebut dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk mengangkat harkat, martabat, dan kesejahteraan pekerja rentan di Bumi Porodisa. (Ezra)