Mantan Pengikut Gereja Setan Ungkap Dugaan Agenda Depopulasi Global - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Widget HTML Atas

Mantan Pengikut Gereja Setan Ungkap Dugaan Agenda Depopulasi Global

 Tangkapan layar Risky dalam podcast di kanal YouTube Curhat Christina (Foto: ist)

Sulut24.com – Seorang pria bernama Risky, yang mengaku sebagai mantan pengikut Gereja Setan, mengungkap sejumlah dugaan agenda besar yang menurutnya berkaitan dengan pengurangan populasi manusia, penguasaan sektor pangan, hingga perkembangan teknologi yang memengaruhi kehidupan masyarakat dunia.

Pengakuan tersebut disampaikan Risky dalam podcast yang ditayangkan melalui kanal YouTube Curhat Christina, pada 17 Oktober 2026.

Dalam perbincangan tersebut, Risky mengklaim adanya agenda depopulasi global yang bertujuan mengurangi jumlah penduduk dunia secara drastis, dari sekitar delapan miliar jiwa menjadi hanya 500 ribu orang.

"Ada program mereka yang termasuk luar biasa, yaitu depopulasi. Dari delapan miliar orang di dunia akan dipangkas menjadi 500 ribu orang," ungkap Risky.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu bagian dari pengakuannya mengenai dugaan strategi kelompok tertentu dalam memengaruhi pertumbuhan populasi dan berbagai aspek kehidupan manusia.

Risky mengaitkan dugaan agenda depopulasi dengan perubahan pola kehidupan masyarakat, termasuk hubungan antar manusia dan perkembangan angka kelahiran.

Menurutnya, pertumbuhan populasi manusia dipandang sebagai ancaman oleh kelompok yang disebutnya memiliki agenda tersebut.

"Kita kan diajarkan dalam Alkitab, beranak cuculah, tetapi mereka menganggap hal itu ancaman, karena setiap bayi yang lahir sudah langsung punya agama, jadi mereka harus berusaha lagi untuk melakukan penyesatan," ujarnya.

Risky turut mengklaim bahwa keberadaan hubungan sesama jenis merupakan salah satu bagian dari agenda kelompok tersebut untuk membatasi pertumbuhan populasi manusia.

Ia berpendapat bahwa perubahan pola hubungan dan reproduksi manusia berkaitan dengan upaya mengendalikan jumlah penduduk dunia.

Pandangan tersebut disampaikan sebagai bagian dari klaim pribadinya mengenai dugaan agenda depopulasi global.

Selain persoalan angka kelahiran, Risky menyinggung dugaan penyebaran bahan kimia melalui pesawat terbang yang menurutnya dapat berdampak terhadap kesehatan manusia.

Ia mengklaim bahwa jejak putih yang terlihat di belakang pesawat tertentu mengandung zat seperti barium dan aluminium.

"Di luar negeri, ada pesawat yang lewat, dan ada putih-putihnya itu disebut barium dan aluminium. Itu bisa membuat orang jadi gampang sakit," katanya.

Risky menghubungkan dugaan tersebut dengan berbagai faktor lingkungan yang dinilainya berpotensi memengaruhi kondisi kesehatan masyarakat.

Ia turut menyoroti penggunaan pestisida dalam produksi bahan pangan sebagai salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian.

Dalam podcast tersebut, Risky mengungkap dugaan adanya upaya penguasaan sektor pangan melalui pengendalian produksi pertanian dan sistem perizinan benih.

Risky menduga penguasaan sektor pertanian dapat menjadi instrumen untuk memengaruhi kehidupan masyarakat melalui ketergantungan terhadap pasokan pangan.

"Nanti mereka akan menguasai juga dunia pangan," lanjutnya.

Menurutnya, ketergantungan masyarakat terhadap sistem produksi dan distribusi pangan berpotensi memberikan pengaruh besar kepada pihak yang mengendalikan sektor tersebut.

Risky turut menyinggung pengaruh industri makanan, fesyen, dan perfilman terhadap kebiasaan serta pola pikir masyarakat.

Ia mengklaim terdapat kelompok yang memiliki pengaruh besar terhadap tiga sektor tersebut, yakni food, fashion, dan film.

"Mereka menguasai food, fashion dan film," ungkapnya.

Dalam industri makanan, Risky menilai masyarakat semakin terbiasa mengutamakan kenikmatan rasa dibandingkan manfaat kesehatan dari makanan yang dikonsumsi.

Ia mencontohkan kecenderungan masyarakat memilih makanan dengan cita rasa kuat dibandingkan sayuran yang diolah secara sederhana, seperti direbus.

Menurutnya, perubahan pola konsumsi makanan perlu menjadi perhatian karena berkaitan dengan kondisi kesehatan tubuh, termasuk fungsi reproduksi manusia.

Risky menghubungkan persoalan tersebut dengan penurunan angka kelahiran di sejumlah negara.

Ia bahkan menyinggung perkembangan robotika yang menurutnya berpotensi mengubah peran manusia dalam aktivitas ekonomi dan sosial pada masa mendatang.

Risky mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai perubahan global yang dinilainya dapat memengaruhi kehidupan manusia.

"Bukannya menakut-nakuti, tapi hari-hari ini kita harus lebih waspada," ujarnya.

Ia menekankan pentingnya mempersiapkan kemampuan pribadi agar masyarakat tidak sepenuhnya bergantung pada sistem ekonomi dan distribusi kebutuhan pokok.

Menurut Risky, peningkatan keterampilan, terutama dalam bidang pertanian, merupakan salah satu langkah untuk menghadapi kemungkinan situasi sulit pada masa mendatang.

"Menurut saya kita harus investasi ke diri sendiri untuk kesiapan hidup ke depannya, misalnya upgrade skill untuk bertani, untuk mengantisipasi situasi terburuk di masa depan," katanya.

Risky menilai kemampuan menghasilkan kebutuhan pangan secara mandiri dapat menjadi bekal penting dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi, perubahan teknologi, serta berbagai tantangan global dan agenda kelompok Gereja Setan. (fn)