Ekonomi Sulawesi Utara 2025 Tumbuh 5,66 Persen, Gubernur Tekankan Sinergi Agresif Pengendalian Inflasi
Suasana kegiatan High Level Meeting (Foto: ist)
High Level Meeting di Bank Indonesia Sulut soroti stabilitas harga pangan, digitalisasi pembayaran dan perluasan akses keuangan inklusif.
Sulut24.com, MANADO - Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus menyatakan kinerja ekonomi Sulawesi Utara menunjukkan hasil positif setelah pertumbuhan mencapai 5,66 persen sepanjang 2025, lebih tinggi dari nasional. Pernyataan itu disampaikan dalam High Level Meeting bersama TPID, TP2DD, TP2ED, TPAKD, dan KDEKS di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara, Senin (23/2).
Gubernur mengatakan capaian tersebut mencerminkan fondasi ekonomi daerah yang kuat, resilien, dan memiliki potensi untuk terus berkembang di tengah dinamika global.
“Kinerja ekonomi daerah kita menunjukkan hasil yang positif dan membanggakan,” kata Yulius Selvanus dalam pertemuan tersebut.
Ia menambahkan tantangan global masih tinggi, termasuk ketidakpastian ekonomi dunia, perubahan iklim, gangguan rantai pasok serta volatilitas harga komoditas yang dapat memengaruhi stabilitas daerah.
Baca:
Menurutnya, stabilitas harga, pertumbuhan ekonomi, inklusi keuangan, digitalisasi, dan penguatan ekonomi syariah perlu berjalan terintegrasi agar pembangunan semakin inklusif dan berkelanjutan.
Pengendalian inflasi tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Struktur inflasi Sulawesi Utara masih didominasi kelompok pangan.
Pemerintah juga mencatat karakteristik musiman ganda yang memicu tekanan harga, yakni periode Ramadhan–Idul Fitri serta Natal dan Tahun Baru.
Dalam arahannya, gubernur menekankan “sinergi agresif” lintas pemerintah daerah dan lembaga untuk menjaga stabilitas harga dan mendorong pertumbuhan.
Ia mendorong modernisasi irigasi dan optimalisasi BUMD guna menjaga stabilitas harga pangan, sekaligus mempercepat realisasi APBD dan investasi agar pertumbuhan tetap di atas rata-rata nasional.
Selain itu, pemerintah daerah menargetkan perluasan penggunaan QRIS dan sistem pembayaran digital hingga pasar tradisional dan sektor pariwisata sebagai bagian dari agenda digitalisasi ekonomi daerah.
Di sisi inklusi keuangan, akses permodalan bagi petani, nelayan, dan UMKM akan diperluas melalui peran TPAKD guna memperkuat ekonomi masyarakat.
Baca:
“Kita harus bekerja lebih agresif dan fokus untuk memperluas lapangan kerja serta memperkuat industri manufaktur,” ujar Yulius Selvanus.
Pertemuan tersebut menjadi forum koordinasi utama antara pemerintah daerah, otoritas keuangan dan pemangku kepentingan untuk menjaga inflasi, memperkuat pertumbuhan serta mendorong transformasi ekonomi Sulawesi Utara. (fn)

