Lama Tinggal Wisman di Sulut Menurun - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Widget HTML Atas

Lama Tinggal Wisman di Sulut Menurun

Kapal Pesiar Queen Mary 2 yang sandar di pelabuhan Bitung (Foto: ist)

Lama tinggal wisman di Sulawesi Utara turun dari 2,68 hari (Februari) menjadi 1,96 hari (April 2026). Tiongkok dan Korsel dominasi kunjungan, TPK hotel bintang capai 44,12 persen.

Sulut24.com, MANADO - Lama tinggal wisatawan mancanegara (wisman) yang datang di Sulawesi Utara terus beringsut turun dalam empat bulan terakhir di tahun 2026. Pada laman BPS Sulut, terpampang data matriks mengenai angka turun-naik lama tamu asing pada hotel berbintang di Sulut.

Bulan Januari dan Perbuari, lama tinggal tamu asing masih bertengger pada angka yang cukup menggembirakan. Bulan Januari ada di angka 2.40 dan bergerak naik menjadi 2,68 pada bulan Perbuari. Namun pada dua bulan selanjutnya, melorot ke angka 1,78 pada bulan Maret, lalu naik sedikit menjadi 1,96 pada bulan April.

Pada bulan April tersebut, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) di hotel bintang pada April 2026 mencapai 44,12 persen. Naik sebesar 0,84 poin dibandingkan dengan Maret 2026 (m-to-m), dan meningkat sebesar 7,31 poin dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun lalu (y-on-y).

BPS Sulut menyebut, secara keseluruhan RLMT (Rata-rata Lama Menginap Tamu) di Sulut pada April 2026 sebesar 1,75 hari, meningkat 0,09 poin dibandingkan Maret 2026 yang mencapai 1,66 hari.


Jumlah perjalanan wisatawan nasional pada April 2026 mencapai 730 perjalanan. Jumlah tersebut turun sebesar 51,40 persen bila dibandingkan dengan Maret 2026 (m-to-m), dan turun sebesar 53,35 persen dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya (y-on-y).

Kunjungan Wisatawan Mancanegara (Wisman) yang datang langsung ke Sulawesi Utara melalui pintu dua pintu masuk. Pintu pertama melalui udara (Bandara Sam Ratulangi) dan pintu masuk laut (Pelabuhan Samudera Bitung) pada April 2026 mencapai 9.006 kunjungan.

Perjalanan wisnus pada April 2026 mencapai 1.213.247 perjalanan. Jumlah tersebut turun sebesar 6,32 persen bila dibandingkan dengan Maret 2026 (m-to-m). Bila dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya (y-on-y), turun 7,79 persen.

Wisman yang berkunjung ke Sulawesi Utara pada April 2026 didominasi oleh wisman pemegang paspor Tiongkok (46,44 persen), Korea Selatan (40,06 persen), dan Amerika (1,65 persen) atau sebanyak 149 orang.

Dari data angka tersebut, wisman dari Tiongkok dan Korea Selatan tampak berimbang. Sisanya adalah wisman asal Amerika Serikat. Jika dibagi rata dalam empat bulan, wisman Amerika Serikat yang berkunkung di Sulut setiap bulan sebanyak 37,25 orang.

Lebih rinci lagi, di bawah Amerika da wisman asal Perancis sebanyak 137, Singapura 125 orang, Jerman 123 orang, Belanda 71 orang, Inggris 61 orang, Australia 52 orang, Filipina 41 orang, Jepang 31 orang, Malaysia 16 orang, dan India 10 serta Rusia 6 orang.

Kedatang wisman melalui bandar udara Sam Ratulangi masih menjadi pintu masuk andalan kunjungan turis di Sulawesi Utara. Sedangkan pintu masuk melalui Pelabuhan laut sangat rendah dan tidak dapat dijadikan andalan.


Contohnya pada bulan April, wisman yang berkunjung ke Sulut melalui pintu masuk pelabuhan laut Bitung hanya 2 orang. Untung di bulan Maret ada kapal pesiar yang datang berlabuh dan membawa 2.266 turis.

Diketahui, pada 17 Maret 2026 kapal pesiar Queen Mary 2 sandar di Pelabuhan Bitung. Kapal pesiar mewah yang dioperasikan oleh Cunard Line itu datang dari Darwin, Australia. Angka 2.266 turis itu adalah wisman di yang berpelesir di kapal Queen Mary 2. Dipastikan, ribuan turis itu tidak menginap di hotel-hotel mewat di Sulut. (ag)