Nexus Digital Strategy Cetak "Juru Bicara" Kebijakan Pemerintah, Anak Muda Dilatih Lawan Hoaks - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Widget HTML Atas

Nexus Digital Strategy Cetak "Juru Bicara" Kebijakan Pemerintah, Anak Muda Dilatih Lawan Hoaks

Suasana Workshop Magang Komunikasi Pembangunan (Foto: Sulut24/fn)

Workshop Magang Komunikasi Pembangunan Manado 2026: Puluhan Anak Muda Dibekali Teknik Konten, SEO, dan Narasi Program Prioritas Presiden.

Sulut24.com, MANADO - Di tengah derasnya arus disinformasi yang mengancam pemahaman publik terhadap program pemerintah, Nexus Digital Strategy menggelar Workshop Magang Komunikasi Pembangunan di Manado, Senin (8/6/2026). Mengusung tema "Suara Muda, Pembangunan Berkelanjutan", kegiatan yang diikuti puluhan anak muda ini mencetak generasi penerus sebagai ujung tombak narasi kebijakan yang akurat dan tepat sasaran.

Puluhan anak muda dari berbagai latar belakang memadati ruang workshop yang berlangsung sehari penuh itu. Narasumber berlatar belakang konten kreator dan praktisi komunikasi digital hadir membekali peserta. Efrem Walangitan, Content Creator sekaligus Founder @Cekidot Entertainment dan konsultan konten BUMD Kota Manado, membawakan materi teknik pengambilan video. Febrianto Arifin, Founder @SoalUnsrat yang juga aktif di ranah citizen journalism, mengisi sesi editing konten media sosial. Sementara itu Radinal Muhdar, sosiolog keperawatan sekaligus Founder komunitas NGOPI dan RUDAL IG Live Podcast, memaparkan teknik SEO untuk memviralkan konten.

Cetak Juru Bicara Pembangunan

Pembina Nexus Digital Strategy, Dr. Sudarto, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pelatihan teknis. Ia menyebut tujuan utamanya adalah melahirkan juru bicara muda yang mampu meluruskan informasi sesat seputar kebijakan pemerintah.

"Melalui kegiatan ini kita ingin membangun juru bicara pembangunan kebijakan pemerintah, agar kebijakan pemerintah dapat disosialisasikan dengan baik. Karena selama ini kami melihat bahwa banyak disinformasi atau hoaks, dan teman-teman ini lah yang nanti membantu pemerintah meluruskan informasi-informasi negatif dan hoaks. Itu tujuan utamanya," kata Dr. Sudarto saat diwawancarai usai kegiatan.

Baca Juga: PTUN Manado Paksa Dinas Pendidikan Buka Dokumen Publik, Terancam Dilaporkan ke Presiden

Dr. Sudarto menjelaskan, peserta akan melalui proses evaluasi selama lima hari. Mereka akan diberi tantangan untuk memproduksi konten yang menangkap pesan positif program prioritas pemerintah.

"Ini baru pelatihan, tadi sudah secara teknis bagaimana membuat konten, dan saya telah menyampaikan bagaimana pemerintah ini baik dan harus dibantu. Ini mereka akan berproses nantinya evaluasinya kita akan lihat lima hari ini, apakah konten sudah menangkap isi pesan pemerintah. Misalnya kita kasih tantangan untuk menjelaskan terkait tujuan positif MBG dan Sekolah Rakyat. Kalau bagus, nanti ada penugasan-penugasan brief misalnya sesuai apa yang dilakukan oleh presiden atau memberikan pernyataan apa, lalu bagaimana teman-teman ini ikut membantu menarasikan supaya tersampaikan dengan baik ke publik," urainya.

Jembatan Program ke Publik

Wakil kordinaror kegiatan Suparlan, menyebut workshop ini lahir dari keprihatinan atas banyaknya program pemerintah yang gagal dipahami masyarakat secara utuh bukan karena programnya buruk, melainkan karena tersumbat di ranah komunikasi.

"Kegiatan ini adalah bagaimana menerjemahkan secara langsung program-program prioritas pemerintahan hari ini, karena sebelumnya dikatakan terlalu banyak disinformasi dan terlalu mudah disalahpahami. Artinya bahwa kebermanfaatan dan keberlangsungan program pemerintah bukan hanya program dalam jangka waktu tertentu, tetapi dalam jangka panjang bertujuan untuk kesejahteraan, keadilan, dan juga pemerataan pendidikan, terutama dalam program prioritas presiden," ujarnya.

Baca Juga: BPKP Sulut Segera Rampungkan Audit Kominfo, Korupsi PD Pasar Manado Masih Dalam Perhitungan

Dengan dibekali keterampilan teknis produksi konten sekaligus pemahaman mendalam tentang program prioritas nasional, puluhan anak muda peserta workshop ini diharapkan menjadi penyeimbang arus informasi di ruang digital yang kian riuh. (fn)