Revitalisasi 10 SMK di Talaud Dipercepat, Kemendikdasmen Gelar BIMTEK Perdana di Wilayah 3T - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Widget HTML Atas

Revitalisasi 10 SMK di Talaud Dipercepat, Kemendikdasmen Gelar BIMTEK Perdana di Wilayah 3T

Suasana BIMTEK Perdana (Foto: ist)

Program Revitalisasi SMK 2026 Dorong Pemerataan Pendidikan Kejuruan di Wilayah 3T Sulawesi Utara.

Sulut24.com, TALAUD - Upaya pemerataan pembangunan pendidikan kejuruan di wilayah terdepan Indonesia terus diperkuat. Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Provinsi Sulawesi Utara bersama Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis (BIMTEK) Revitalisasi SMK Tahun 2026 di Lirung, Kabupaten Kepulauan Talaud, pada 4–6 Agustus 2026.

Kepala Bidang SMK Dikda Sulawesi Utara, Join Entiman, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam percepatan pelaksanaan Program Revitalisasi SMK yang menyasar sekolah-sekolah kejuruan di daerah kepulauan dan perbatasan.

BIMTEK dibuka langsung oleh Kepala Subdirektorat Fasilitasi Sarana Prasarana dan Tata Kelola Direktorat SMK Kemendikdasmen, Dr. Hernita, yang juga bertindak sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Program Revitalisasi SMK tingkat nasional.

Program Revitalisasi SMK Tahun 2026 di Kabupaten Kepulauan Talaud mencakup 10 sekolah, baik negeri maupun swasta. Dari jumlah tersebut, tiga sekolah telah memasuki tahap pelaksanaan pembangunan, sementara tujuh sekolah lainnya masih dalam tahap perencanaan dan dijadwalkan mulai memasuki tahap pelaksanaan pada akhir Agustus 2026.


Selain menggelar BIMTEK, tim Direktorat SMK Kemendikdasmen yang terdiri dari empat orang juga melakukan kunjungan lapangan ke SMKN 1 Melonguane dan SMKS Baramuli. Kunjungan tersebut bertujuan untuk memastikan kondisi riil serta kebutuhan sarana dan prasarana sekolah yang akan mendapatkan bantuan revitalisasi.

Join Entiman menyampaikan apresiasi atas kehadiran langsung tim Direktorat SMK Kemendikdasmen di Kabupaten Kepulauan Talaud. Menurutnya, pelaksanaan BIMTEK di wilayah kepulauan 3T merupakan momentum bersejarah dalam pembangunan pendidikan kejuruan di Sulawesi Utara.

Suasana BIMTEK Perdana (Foto: ist)

“Ini menjadi sejarah karena untuk pertama kalinya BIMTEK Revitalisasi SMK dilaksanakan di daerah kepulauan yang termasuk kategori Tertinggal, Terdepan, dan Terluar. Selama ini, wilayah seperti Talaud menghadapi tantangan tersendiri dalam pembangunan pendidikan, terutama terkait akses dan infrastruktur,” ujar Join.

Ia berharap program revitalisasi tersebut mampu meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan kejuruan sehingga peserta didik memperoleh lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan representatif.

Lebih lanjut, Join menegaskan bahwa pelaksanaan program ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, dalam mendorong pemerataan pembangunan pendidikan hingga ke wilayah kepulauan terluar.


Di tengah kebijakan efisiensi anggaran nasional, Kabupaten Kepulauan Talaud tetap memperoleh alokasi dana Program Revitalisasi SMK sekitar Rp12 miliar. Anggaran tersebut diharapkan dapat mempercepat peningkatan kualitas fasilitas pendidikan kejuruan sekaligus memperkuat pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing di kawasan perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Foto bersama usai kegiatan BIMTEK (Foto: ist)

Program revitalisasi ini dinilai tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik sekolah, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam mencetak tenaga kerja terampil dan memperkuat daya saing generasi muda di wilayah perbatasan Indonesia. (Ezra)