Danantara Alihkan Utang Whoosh ke Kementerian Keuangan
Ilustrasi (AI-generated image/Sulut24.com)
Purbaya: Pengalihan Utang Whoosh Tak Bebani APBN
Sulut24.com, JAKARTA - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) akan mengalihkan utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan proses pengalihan ini ditargetkan rampung pertengahan September 2026.
Kesepakatan ini muncul setelah pertemuan Purbaya dengan Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, di kantor Kemenkeu, Jakarta, Rabu (5/8/2026). Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas restrukturisasi utang KCJB yang selama ini dikelola di bawah Danantara.
"Kereta Cepat Jakarta-Bandung ini diserahkan dari Danantara ke Kementerian Keuangan. Prosesnya kita percepat, mungkin pertengahan September sudah akan clear," kata Purbaya usai pertemuan, dikutip dari Tempo.co.
Kemenkeu Ambil Alih Saham KCIC
Sebagai bagian dari restrukturisasi, Kemenkeu akan mengambil alih seluruh saham PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) di PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), operator Whoosh. Dengan skema baru ini, KCIC tidak lagi berada di bawah koordinasi PT Kereta Api Indonesia (KAI), melainkan langsung berada di bawah Kemenkeu.
Langkah pengalihan ini dilakukan seiring kinerja operasional Whoosh yang masih di bawah proyeksi awal. Berdasarkan laporan keuangan interim semester I 2026, PT PSBI mencatatkan kerugian bersih Rp5,13 triliun.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah menyetujui rencana restrukturisasi KCIC yang mencakup restrukturisasi utang, korporasi, dan pengelolaan aset. (Sumber: GEBRAK.ID, 6 Agustus 2026)
Diklaim Tak Bebani APBN
Purbaya mengklaim skema penyelesaian utang ini tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menurutnya, pengelolaan utang akan dijalankan melalui special mission vehicle (SMV) fiskal milik Kemenkeu.
"Nanti akan kami pakai salah satu tangan SMV fiskal untuk mengelola itu," ujarnya.
Namun klaim ini dibantah oleh ekonom Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Achmad Nur Hidayat. Ia menilai SMV tetap berada di bawah pengawasan langsung Kemenkeu, sehingga ketika ada bantuan dana yang dikucurkan ke SMV termasuk untuk pembayaran utang Whoosh pembayaran itu pada akhirnya akan tetap bersumber dari APBN.
Huda juga menduga peralihan pembayaran utang Whoosh ke Kemenkeu terjadi karena Danantara enggan membagi keuntungan yang diperolehnya untuk menutup utang tersebut.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengonfirmasi bahwa beban penyelesaian restrukturisasi utang KCIC akan ditanggung Kemenkeu. Konfirmasi ini disampaikan usai rapat koordinasi antara BPI Danantara dan Dewan Pengawas BPI Danantara di Wisma Danantara.
"Hari ini rapat koordinasi rutin saja BPI Danantara bersama dengan Dewan Pengawas. (Utang KCIC dibahas?) salah satunya," kata Prasetyo, dikutip dari Detik Finance.
Saat ditanya apakah penyelesaian ini akan melibatkan APBN, Prasetyo hanya menyebut skemanya masih dibahas oleh Purbaya. Ia menambahkan, Presiden Prabowo menginstruksikan agar persoalan utang kereta cepat segera diselesaikan.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang turut hadir dalam rapat Dewan Pengawas Danantara, mengungkapkan bahwa keputusan pengambilalihan utang oleh Kemenkeu sudah disepakati dan akan diumumkan pada waktunya. (fn)

