Robert Kiyosaki Soroti Dinamika Baru Perang Iran, Konflik Dinilai Berubah Jadi Pertarungan Geopolitik Multi-Lapis - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Widget HTML Atas

Robert Kiyosaki Soroti Dinamika Baru Perang Iran, Konflik Dinilai Berubah Jadi Pertarungan Geopolitik Multi-Lapis

Ilustrasi (AI-generated image/Sulut24.com)


Penulis Rich Dad Poor Dad menilai penggunaan drone murah dan strategi menjaga netralitas negara tetangga menjadi faktor kunci dalam perkembangan konflik Timur Tengah.


Sulut24.com, INTERNASIONAL - Penulis dan investor internasional Robert Kiyosaki menyoroti perkembangan terbaru konflik Iran di Timur Tengah yang menurutnya menunjukkan perubahan signifikan dalam strategi militer dan geopolitik kawasan. Iran dilaporkan menyampaikan permintaan maaf kepada sejumlah negara tetangga setelah serangan drone dan rudal yang diluncurkan sebelumnya berdampak ke wilayah mereka.

Dalam analisanya, Kiyosaki menyebut permintaan maaf tersebut tidak ditujukan kepada Amerika Serikat maupun Israel, melainkan kepada negara-negara di kawasan seperti Yordania, Kuwait, Uni Emirat Arab, Lebanon, dan Siprus.

Menurut Kiyosaki, langkah tersebut mencerminkan strategi Iran untuk mencegah konflik meluas menjadi perang regional yang melibatkan lebih banyak negara.

“Iran memberi sinyal kepada negara tetangga bahwa mereka tidak akan menyerang kecuali serangan terhadap Iran berasal dari wilayah negara tersebut. Pesannya sederhana: tetap netral dan konflik tidak akan meluas ke wilayah Anda,” tulis Robert Kiyosaki dalam analisisnya yang diunggah di akun facebooknya, Minggu (8/3). 

Ia menilai situasi tersebut menunjukkan bahwa konflik yang terjadi saat ini tidak lagi sekadar pertukaran serangan rudal, melainkan bagian dari upaya pengendalian eskalasi di kawasan Timur Tengah.

Perang Drone Ubah Perhitungan Militer

Kiyosaki juga menyoroti perubahan dinamika perang modern, khususnya penggunaan drone murah dalam jumlah besar.

Menurutnya, Iran mampu meluncurkan drone dengan biaya relatif rendah, sementara sistem pertahanan udara negara-negara Barat kerap menggunakan rudal pencegat bernilai jutaan dolar untuk menghentikannya.

Baca Juga: RDP Panas, Warga Tarun Ultimatum PLN ULP Melonguane: Stop Pemadaman Listrik atau Kami Aksi!

“Kita melihat persamaan ekonomi yang tidak seimbang. Drone senilai sekitar 30.000 dolar dapat memaksa peluncuran rudal pencegat yang harganya jutaan dolar,” kata dia.

Ia menilai model pertahanan seperti itu sulit dipertahankan dalam jangka panjang karena biaya operasional yang sangat tinggi.

Karena itu, Kiyosaki memperkirakan fase berikutnya dari perang modern akan semakin didominasi oleh teknologi baru, termasuk sistem drone otonom berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk menghadapi drone musuh secara langsung.

Potensi Front Baru di Dalam Iran

Selain dinamika teknologi militer, Kiyosaki juga menyoroti kemungkinan konflik berkembang dari dalam wilayah Iran.

Ia menyebut kelompok pemberontak Kurdi yang selama ini beroperasi di wilayah Irak, Turki, Suriah, dan Iran berpotensi membuka tekanan baru terhadap militer Iran.

Menurutnya, langkah tersebut bukan untuk merebut ibu kota Teheran, melainkan untuk memecah fokus militer Iran ke berbagai arah.

“Tujuannya bukan mengambil alih Teheran, tetapi memaksa Iran membagi kekuatan militernya di banyak front,” ujarnya.

Perebutan Pengaruh Pasca-Perang

Lebih jauh, Kiyosaki menilai konflik yang berkembang saat ini telah berubah menjadi persaingan geopolitik yang kompleks.

Ia menyebut berbagai negara di kawasan berusaha menjaga posisi netral, sementara kelompok proksi dan kekuatan global memantau perkembangan situasi untuk menentukan langkah berikutnya.

Baca Juga: PTUN Manado Tolak Banding BWSS I, Perintahkan Buka Dokumen Proyek Pengaman Pantai Amurang

“Ini bukan lagi konflik dua pihak. Ini sudah menjadi papan catur geopolitik dengan banyak pemain,” kata Kiyosaki.

Menurutnya, hasil dari konflik tersebut pada akhirnya akan menentukan siapa yang memiliki pengaruh terbesar dalam membentuk tatanan baru di Timur Tengah setelah perang berakhir. (fn)