Wagub Sulut: Investasi Harus Buka Lapangan Kerja, Bukan Sekadar Laporan Angka
Sulawesi Utara Dorong Iklim Investasi Kondusif demi Buka Lapangan Kerja dan Tingkatkan Nilai Tambah Produk Lokal.
Sulut24.com, MANADO - Di tengah upaya mempercepat pemulihan ekonomi pascapandemi dan menarik lebih banyak investor ke kawasan timur Indonesia, Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor Mailangkay menegaskan bahwa investasi daerah harus bermuara pada satu tujuan utama yaitu membuka seluas-luasnya kesempatan kerja bagi masyarakat Sulawesi Utara.
Pernyataan itu disampaikan Mailangkay dalam Dedicated Team Meeting Regional Investor Relations Unit (RIRU) Sulawesi Utara 2026, yang digelar bersama para kepala daerah se-Sulawesi Utara di Kantor Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Utara, Kamis (21/5/2025).
Investasi Bukan Sekadar Angka
Dalam forum yang mempertemukan para pemangku kepentingan ekonomi daerah itu, Mailangkay menegaskan bahwa kebijakan investasi tidak boleh berhenti pada tataran laporan dan statistik semata.
"Bagi saya, investasi bukan sekadar angka atau laporan. Di balik itu ada harapan masyarakat yang ingin hidup lebih baik, ada kesempatan kerja yang harus dibuka, dan ada tanggung jawab pemerintah untuk membuat masyarakat merasa dipermudah, bukan dipersulit," jelas Mailangkay.
Pernyataan itu menjadi penanda bahwa pemerintah provinsi ingin memastikan setiap rupiah investasi yang masuk benar-benar berdampak langsung pada kesejahteraan warga, bukan sekadar mempercantik angka pertumbuhan ekonomi di atas kertas.
Tiga Kelompok yang Menunggu Perubahan
Lebih jauh, Mailangkay menggambarkan secara konkret siapa yang sesungguhnya paling terdampak ketika investasi stagnan dan tata kelola ekonomi daerah berjalan di tempat. Ia menyebut tiga kelompok yang menjadi alasan mendasar mengapa reformasi investasi dan pelayanan publik tidak bisa ditunda.
"Tentang anak-anak muda yang berharap bisa bekerja di daerah sendiri tanpa harus pergi jauh dari rumah. Tentang nelayan yang ingin hasil lautnya dihargai lebih baik. Tentang petani yang berharap hasil kebun mereka tidak hanya dijual mentah, tetapi punya nilai lebih untuk kehidupan keluarga mereka," lanjutnya.
Baca Juga: LSM Rako Pertanyakan Penilaian Positif Ombudsman ke Pemprov Sulut: Faktanya Ratusan Sengketa
Gambaran tersebut relevan dengan kondisi Sulawesi Utara yang selama ini dikenal sebagai penghasil komoditas unggulan seperti cengkih, pala, dan kopra, namun belum maksimal dalam mengolah komoditas tersebut menjadi produk bernilai tambah tinggi sebelum diekspor.
Pelayanan Publik Jadi Kunci
Mailangkay juga mengingatkan agar daerah tidak terjebak pada narasi keindahan tanpa dibarengi kesiapan nyata dalam menerima dan mempertahankan investasi. Ia mendorong seluruh kepala daerah untuk menjadikan penyederhanaan pelayanan publik sebagai prioritas.
"Kita tidak boleh hanya bangga bercerita tentang indahnya Sulawesi Utara tanpa benar-benar menyiapkan daerah ini agar siap berkembang. Pelayanan publik harus lebih sederhana, lebih cepat, dan lebih bersih. Teknologi harus mempermudah masyarakat, bukan membuat semuanya terasa rumit," tegas Wagub Sulut.
Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa pemerintah provinsi menyadari adanya kesenjangan antara branding daerah dan kesiapan infrastruktur pendukung investasi di lapangan dan berkomitmen untuk mempersempit jarak itu.
Modal Dasar yang Dimiliki Sulawesi Utara
Di sisi lain, Mailangkay juga menekankan keyakinannya terhadap potensi besar yang dimiliki Sulawesi Utara sebagai modal dasar pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
"Saya percaya Sulawesi Utara punya kekuatan besar. Laut kita kaya, tanah kita subur, dan masyarakat kita pekerja keras. Tinggal bagaimana kita menjaga keseriusan untuk mengelolanya bersama-sama," lanjutnya.
Sulawesi Utara memang dikenal memiliki potensi maritim dan pertanian yang signifikan. Kawasan Bunaken sebagai salah satu destinasi selam terbaik dunia, perairan Laut Sulawesi yang kaya biota, serta kesuburan tanah di wilayah Minahasa dan sekitarnya menjadi aset yang belum sepenuhnya dioptimalkan untuk mendatangkan nilai ekonomi maksimal bagi masyarakat.
Harapan bagi Generasi Muda
Mailangkay menutup pernyataannya dengan pesan yang ditujukan khusus bagi generasi muda Sulawesi Utara kelompok yang dinilai paling dirugikan ketika pembangunan ekonomi daerah tidak memberikan cukup peluang kerja dan wirausaha.
"Semoga langkah yang sedang kita dorong hari ini benar-benar bisa membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat, memperkuat ekonomi daerah, dan membuat generasi muda semakin yakin bahwa masa depan mereka juga bisa dibangun di tanah sendiri," tandas Wagub Mailangkay.
RIRU sebagai Jembatan Investor dan Pemerintah Daerah
Pertemuan RIRU 2026 yang melibatkan seluruh kepala daerah se-Sulawesi Utara ini merupakan bagian dari upaya Bank Indonesia dalam memfasilitasi dialog antara pemerintah daerah dan komunitas investor. Forum ini menjadi ruang strategis untuk mengidentifikasi hambatan investasi, memetakan potensi daerah, serta menyepakati langkah-langkah konkret untuk menciptakan ekosistem investasi yang lebih kondusif di wilayah Sulawesi Utara. (fn)


