Gubernur Yulius Buka Data Makro Sulut: Ekonomi Tumbuh, Inflasi Terkendali, Lingkungan Membaik
Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus saat menyampaikan sambutan (Foto: ist)
Gubernur Yulius Selvanus memaparkan capaian ekonomi Sulawesi Utara, termasuk pertumbuhan 5,54 persen, inflasi 2,2 persen, serta sejumlah indikator pembangunan dalam Perubahan KUA-PPAS 2026.
Sulut.com, MANADO - Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus menyampaikan capaian pembangunan daerah sekaligus sejumlah penyesuaian target makro ekonomi dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Senin (24/8/2026).
Rapat paripurna tersebut mengagendakan penyampaian Gubernur Sulawesi Utara terhadap Perubahan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Perubahan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Provinsi Sulawesi Utara Tahun Anggaran 2026.
Dalam sambutannya, Yulius menjelaskan bahwa capaian pembangunan pada Triwulan I 2026 menjadi salah satu dasar dalam penyusunan Perubahan KUA dan PPAS, bersamaan dengan penyesuaian indikator makro pembangunan dalam Perubahan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026.
Salah satu indikator yang mendapat perhatian adalah pertumbuhan ekonomi. Pada Triwulan I 2026, perekonomian Sulawesi Utara tumbuh positif sebesar 5,54 persen.
Sejalan dengan perkembangan tersebut, pemerintah daerah melakukan penyesuaian target pertumbuhan ekonomi dalam Perubahan RKPD 2026. Target yang sebelumnya berada pada kisaran 6,05–7,05 persen disesuaikan menjadi 5,2–6,3 persen.
Di sektor kesejahteraan masyarakat, tingkat kemiskinan Sulawesi Utara tercatat sebesar 6,62 persen. Pemerintah daerah menargetkan angka tersebut dapat ditekan secara bertahap dalam kisaran 6,47–6,22 persen.
Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berada pada angka 5,75 persen. Dalam Perubahan RKPD 2026, target TPT ditetapkan pada rentang 5,20–5,90 persen.
Indikator pemerataan pendapatan juga relatif terjaga. Gini Ratio Sulawesi Utara tercatat sebesar 0,341, masih berada dalam koridor target daerah yang ditetapkan pada rentang 0,338–0,351.
Baca Juga: Listrik Padam Bergilir di Bunaken, Bamukisst Soroti Dampak ke Pariwisata, PLN Ungkap Solusi
Dari sisi pendapatan masyarakat, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita Sulawesi Utara mencapai Rp75,24 juta. Capaian tersebut masih berada dalam rentang target daerah sebesar Rp74,6 juta hingga Rp81,6 juta.
Kontribusi perekonomian Sulawesi Utara terhadap perekonomian nasional juga tercatat sebesar 0,87 persen, melampaui batas minimal target daerah sebesar 0,8 persen.
Pada aspek lingkungan, pemerintah daerah mencatat penurunan intensitas emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 14,7 persen. Capaian tersebut dinilai bergerak positif menuju target akhir penurunan sebesar 58,34 persen.
Kinerja lingkungan juga tercermin dari Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) yang mencapai 80,93. Angka tersebut bahkan melampaui target dalam Perubahan RKPD 2026 yang ditetapkan sebesar 78,88.
Sementara itu, tingkat inflasi Sulawesi Utara hingga periode pelaporan berada pada angka 2,2 persen. Capaian tersebut masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional sebesar 3 ± 1 persen, menunjukkan kondisi inflasi daerah yang relatif terkendali.
Berbagai capaian dan penyesuaian indikator tersebut menjadi bagian penting dalam penyusunan Perubahan KUA dan PPAS 2026. Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara selanjutnya akan menyelaraskan kebijakan anggaran dengan kondisi ekonomi aktual, sekaligus menjaga pencapaian target pembangunan dan prioritas daerah hingga akhir tahun anggaran.
Penyampaian perubahan KUA dan PPAS ini menjadi tahapan penting dalam memastikan kebijakan penganggaran daerah tetap responsif terhadap perkembangan ekonomi, kebutuhan masyarakat, serta target pembangunan Sulawesi Utara pada 2026. (fn)

