Musda II APPSI Kota Manado, Harianto Nanga Terpilih Jadi Ketua Definitif, Siap Perkuat Perjuangan Pedagang Pasar - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Widget HTML Atas

Musda II APPSI Kota Manado, Harianto Nanga Terpilih Jadi Ketua Definitif, Siap Perkuat Perjuangan Pedagang Pasar

Suasana penyerahan pataka APPSI Kota Manado kepada ketua APPSI Kota Manado terpilih (Foto: Sulut24/fn)

Pendataan Pedagang Pasar di Kota Manado Jadi Prioritas Kepengurusan APPSI Baru

Sulut24.com, MANADO - Harianto Nanga resmi terpilih sebagai Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kota Manado dalam Musyawarah Daerah (Musda) II yang digelar di Avons Residence Manado, Jumat (16/10/2026).

Musyawarah yang mengusung tema "Membangun Pasar Tradisional yang Kuat, Mandiri dan Berdaya Saing" tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penguatan komitmen APPSI dalam memperjuangkan kepentingan pedagang pasar tradisional di Kota Manado.

Sebelum terpilih sebagai ketua definitif, Harianto Nanga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua APPSI Kota Manado untuk mengisi kekosongan kepemimpinan organisasi.

Dalam sambutannya, Harianto menjelaskan bahwa selama menjalankan tugas sebagai Plt. Ketua, dirinya bertanggung jawab mempersiapkan agenda organisasi, termasuk memastikan proses pemilihan kepengurusan baru berlangsung dengan baik.

Ia menegaskan, keberlangsungan organisasi menjadi salah satu prioritas agar APPSI dapat menjalankan perannya secara optimal dalam memperjuangkan aspirasi para pedagang.

Harianto Nanga Dorong APPSI Jadi Jembatan Aspirasi Pedagang dan Pemerintah

Harianto menilai pasar tradisional memiliki peran strategis dalam menopang aktivitas perekonomian daerah. Karena itu, keberadaan APPSI harus mampu memberikan kontribusi nyata terhadap penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi pedagang.

Menurutnya, penguatan hubungan kelembagaan antara organisasi pedagang dan pemerintah menjadi kebutuhan penting untuk menciptakan tata kelola pasar yang lebih baik.

"Pasar-pasar di Kota Manado merupakan bagian penting dari wajah perekonomian daerah. Oleh karena itu, APPSI diharapkan dapat terus membangun hubungan dan kerja sama yang baik dengan pemerintah," ujar Harianto.

Baca Juga: Antrean BBM di Sulut, Pertamina Datangkan Pertalite dan Pertamax untuk Perkuat Pasokan

Ia menekankan bahwa APPSI tidak boleh hanya menjadi organisasi yang menjalankan kegiatan administratif, tetapi harus hadir sebagai wadah perjuangan yang mampu menampung keluhan, memperjuangkan kepentingan, serta mencari solusi atas persoalan pedagang.

"APPSI harus mampu berperan sebagai jembatan komunikasi antara pedagang dan pemerintah, sehingga aspirasi, kebutuhan, serta harapan para pedagang dapat tersampaikan dan memperoleh perhatian yang semestinya," katanya.

Harianto berharap kepengurusan baru dapat memperkuat persatuan pedagang, meningkatkan efektivitas organisasi, serta membangun sinergi berkelanjutan dengan pemerintah demi kemajuan pasar tradisional dan perekonomian Kota Manado.

Ketua APPSI Sulut Minta Pengurus Baru Hadirkan Program Nyata bagi Pedagang

Pada kesempatan yang sama, Ketua APPSI Sulawesi Utara, Nurrasyid Abdul Rahman, menyampaikan harapannya agar kepemimpinan baru APPSI Kota Manado mampu menghadirkan perubahan positif, terutama melalui program kerja yang langsung menyentuh kebutuhan pedagang.

Menurutnya, terbentuknya kepengurusan definitif APPSI Kota Manado merupakan pencapaian penting dalam upaya memperkuat jaringan organisasi pedagang di Sulawesi Utara.

"Saya berharap Ketua APPSI Kota Manado yang telah terpilih dapat memberikan warna baru bagi organisasi, sekaligus membawa perubahan positif bagi para pedagang pasar di Kota Manado," ujarnya.

Ia meminta ketua terpilih bersama sekretaris dan seluruh jajaran pengurus tidak berhenti pada pembentukan struktur organisasi, melainkan segera menyusun langkah konkret yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh pedagang.

Pendataan Pedagang dan Kartu Keanggotaan APPSI Jadi Program Prioritas

Salah satu agenda utama yang ditekankan Nurrasyid adalah pendataan menyeluruh terhadap pedagang yang beraktivitas di pasar-pasar tradisional Kota Manado.

Menurutnya, pendataan tersebut menjadi fondasi penting untuk membangun sistem keanggotaan yang tertib, terintegrasi, dan mampu mendukung pelaksanaan berbagai program organisasi.

Ia menginstruksikan agar pengurus melakukan pendataan secara langsung dengan mendatangi pedagang di setiap pasar, mengumpulkan identitas yang diperlukan, serta mendaftarkan mereka sebagai anggota APPSI.

Setiap pedagang yang telah terdaftar selanjutnya direncanakan memperoleh kartu keanggotaan sebagai identitas resmi dalam organisasi.

"Salah satu langkah awal yang perlu segera dilakukan oleh kepengurusan baru adalah melaksanakan pendataan seluruh pedagang yang berada di pasar-pasar Kota Manado," tegas Nurrasyid.

Ia menjelaskan, sebagian data pedagang sebenarnya telah tersedia dalam basis data organisasi. Namun, data tersebut masih perlu diperbarui dan dilengkapi agar dapat mencakup seluruh pedagang secara lebih menyeluruh.

Melalui sistem keanggotaan yang terorganisasi, APPSI diharapkan lebih mudah mengidentifikasi kebutuhan pedagang sekaligus memperkuat koordinasi antara pengurus di daerah dan kepengurusan pusat.

APPSI Sulut Dorong Pembentukan Koordinator di Setiap Pasar Manado

Selain pendataan, Nurrasyid menekankan pentingnya membangun struktur koordinasi organisasi hingga ke tingkat pasar.

Ia berharap setiap pasar tradisional di Kota Manado memiliki pengurus atau perwakilan yang bertanggung jawab membantu proses pendataan, menyampaikan informasi, serta memastikan program APPSI dapat menjangkau seluruh anggota.

Keberadaan koordinator di setiap pasar dinilai penting untuk memperpendek jalur komunikasi antara pedagang dan pengurus organisasi.

Baca Juga: Antrean BBM di Sulut Meresahkan, Ketua Rako Desak Pertamina Gelar Operasi Pasar

Dengan mekanisme tersebut, berbagai persoalan yang muncul di lapangan diharapkan dapat teridentifikasi lebih cepat dan ditindaklanjuti melalui koordinasi organisasi.

Nurrasyid juga meminta kepengurusan baru segera melakukan konsolidasi internal agar pelaksanaan program tidak mengalami hambatan akibat lemahnya koordinasi.

APPSI Kota Manado Diharapkan Terhubung dengan Program Organisasi Tingkat Pusat

Lebih lanjut, Nurrasyid menjelaskan bahwa pendataan dan penerbitan kartu keanggotaan bukan sekadar kegiatan administratif, melainkan bagian dari strategi memperluas akses pedagang terhadap berbagai program APPSI.

Menurutnya, basis data yang jelas akan memudahkan organisasi menghubungkan kebutuhan pedagang di daerah dengan peluang program yang dikembangkan oleh kepengurusan pusat.

"Kami melihat adanya peluang besar untuk mengembangkan berbagai program APPSI di Kota Manado, termasuk program yang berasal dari kepengurusan pusat," ungkapnya.

Ia berharap kartu keanggotaan nantinya dapat memberikan manfaat nyata, khususnya dalam mendukung kepentingan dan peningkatan kesejahteraan pedagang.

Dengan terpilihnya Harianto Nanga sebagai ketua definitif, APPSI Kota Manado kini menghadapi tantangan untuk menerjemahkan hasil Musda II menjadi langkah organisasi yang konkret dan berkelanjutan.

Penguatan basis keanggotaan, peningkatan komunikasi dengan pemerintah, serta pelaksanaan program yang menjawab kebutuhan pedagang menjadi agenda penting bagi kepengurusan baru.

Musda II APPSI Kota Manado sekaligus menegaskan pentingnya peran organisasi pedagang dalam memperkuat keberadaan pasar tradisional di tengah perkembangan sektor perdagangan dan meningkatnya persaingan usaha.

Keberhasilan kepengurusan baru selanjutnya akan ditentukan oleh sejauh mana program-program yang direncanakan mampu memberikan manfaat nyata bagi pedagang pasar di Kota Manado. (fn)