Peduli Krisis Air Bersih, Anggota DPRD Talaud Dona Tine dan Suami Bantu Tiga Titik Sumur Bor di Mamahan dan Mamahan Barat
Anggota DPRD Talaud Dona Tine Tegaskan Bantuan Air Bersih untuk Semua Warga Tanpa Memandang Pilihan Politik.
Sulut24.com, TALAUD - Di tengah kesulitan masyarakat memperoleh air bersih akibat kekeringan, Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Talaud dari Partai Demokrat, Dona Tine, bersama suaminya, Mas Didik, memberikan bantuan pribadi berupa pembangunan tiga titik sumur bor di Desa Mamahan dan Mamahan Barat, Kamis (15/10/2026).
Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang menghadapi keterbatasan akses air bersih, terutama untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Kondisi kekeringan yang melanda sejumlah wilayah turut memengaruhi ketersediaan sumber air masyarakat. Fenomena El Nino disebut menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap berkurangnya pasokan air di wilayah terdampak.
Baca Juga: Antrean BBM di Sulut, Pertamina Datangkan Pertalite dan Pertamax untuk Perkuat Pasokan
"Mamahan adalah salah satu daerah yang paling terdampak kekeringan akibat El Nino," kata Dona.
Melalui pembangunan tiga titik sumur bor tersebut, Dona Tine dan suaminya berupaya membantu menyediakan alternatif sumber air yang lebih mudah dijangkau masyarakat.
Dona Tine: Kepedulian terhadap Kebutuhan Air Bersih Tidak Mengenal Perbedaan Politik
Bagi Dona Tine, persoalan ketersediaan air bersih bukan sekadar masalah infrastruktur, melainkan menyangkut kebutuhan mendasar yang berpengaruh langsung terhadap kesehatan dan kehidupan masyarakat.
Ia menekankan bahwa setiap warga memiliki hak yang sama untuk memperoleh akses terhadap air bersih, tanpa memandang latar belakang maupun perbedaan pilihan politik.
"Kami berharap bantuan pribadi ini dapat bermanfaat dan digunakan seluruh lapisan masyarakat tanpa kecuali, tidak memandang dia pendukung atau tidak," ujarnya.
Kepedulian terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih, menurutnya, harus ditempatkan sebagai tanggung jawab kemanusiaan yang melampaui kepentingan politik.
Semangat tersebut menjadi dasar pemberian bantuan pribadi bersama suaminya, dengan harapan fasilitas yang dibangun dapat dimanfaatkan seluruh masyarakat secara adil dan bersama-sama.
Tiga Titik Sumur Bor Diharapkan Ringankan Beban Warga Mamahan
Pembangunan tiga titik sumur bor di Desa Mamahan dan Mamahan Barat diharapkan dapat membantu mengurangi kesulitan masyarakat dalam memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari.
"Air adalah kebutuhan vital manusia dan kami tergerak hati membantu untuk kemanusiaan," tutur Dona Tine.
Keberadaan sumber air yang lebih dekat dengan permukiman warga juga diharapkan dapat mengurangi waktu dan tenaga yang selama ini dibutuhkan masyarakat untuk mendapatkan air.
Baca Juga: Presiden Prabowo Lantik Empat Wamen Baru, Kepala BNPB, hingga Wakil Panglima TNI
Selain memberikan manfaat langsung, fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi sarana bersama yang dikelola dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Dona Tine berharap masyarakat dapat menjaga fasilitas yang tersedia agar manfaatnya tidak hanya dirasakan selama masa kekeringan, tetapi juga dalam jangka panjang.
Bantuan Pribadi Dona Tine dan Suami Jadi Wujud Kepedulian Sosial
Langkah Dona Tine bersama Mas Didik memperlihatkan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam membantu masyarakat menghadapi persoalan kebutuhan dasar, khususnya ketika keterbatasan air bersih mulai memengaruhi aktivitas sehari-hari.
Bantuan yang bersumber dari dana pribadi tersebut sekaligus membawa pesan bahwa kepedulian sosial tidak seharusnya dibatasi oleh perbedaan pandangan maupun dukungan politik.
Di tengah ancaman kekeringan, penyediaan sarana air bersih menjadi salah satu upaya penting untuk membantu masyarakat mempertahankan kualitas hidup dan menjaga kesehatan lingkungan.
Baca Juga: Gaji ASN Lewat Kopdes Merah Putih, Ekonom Ingatkan Risiko
Melalui bantuan tiga titik sumur bor tersebut, Dona Tine dan suaminya berharap masyarakat Desa Mamahan dan Mamahan Barat dapat memperoleh akses air yang lebih memadai.
Upaya ini sekaligus menegaskan bahwa penanganan krisis air bersih membutuhkan kepedulian, kerja sama, dan langkah konkret agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi, terutama di tengah kondisi kekeringan. (Ezra)

