Kenapa LPG 3 Kg Langka di Manado? Ini Penjelasan Pengelola Pangkalan
Tabung gas elpiji 3 kg harga eceran tertinggi Rp18.000 (Foto Dok. Pertamina Patra Niaga via arahpublik.com)
Warga Kota Manado kesulitan mendapat LPG 3 kg bersubsidi; harga eceran melonjak hingga Rp30.000 per tabung akibat pengurangan kuota dari Pertamina.
Sulut24.com, MANADO - Kelangkaan LPG 3 kg masih menghantui warga Kota Manado. Harga gas bersubsidi itu melonjak hingga Rp25.000 - Rp30.000 per tabung di tingkat pengecer, jauh melampaui harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah. Harga Eceran Tertinggi (HET) resmi LPG 3 kg yang berlaku di Kota Manado yaitu Rp18.000.
Suplai Berkurang, Harga Melonjak di Pasaran.
Sejumlah warga Kota Manado mengeluhkan sulitnya memperoleh LPG 3 kg. Kondisi ini mendorong harga gas bersubsidi melonjak signifikan di level pengecer. Lonjakan harga terjadi di tengah kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.
Baca Juga: Dugaan Korupsi RTH KONI Manado Masuk Tahap Penghitungan Ahli, Rako: Sudah Mengarah ke Tersangka
Rina, pengelola pangkalan gas LPG di Kota Manado, mengidentifikasi akar persoalan ini pada rantai distribusi dari hulu. Ia menegaskan bahwa masalah bermula dari berkurangnya pasokan yang diterima pangkalan.
"Kelangkaan LPG 3 kg di Kota Manado diduga dipicu oleh beberapa faktor yang saling berkaitan. Terjadi pengurangan kuota LPG dari Pertamina kepada sejumlah agen sehingga berdampak pada berkurangnya suplai dari agen ke pangkalan," ujar Rina.
Permintaan Melonjak Menjelang Hari Besar Keagamaan.
Tekanan pada pasokan semakin berat saat mendekati hari besar keagamaan. Rina menjelaskan bahwa lonjakan permintaan dari masyarakat tidak diantisipasi dengan penambahan kuota yang cukup.
"Menjelang Idul Fitri dan Natal juga terjadi peningkatan pembelian LPG oleh masyarakat dan permintaan yang meningkat tidak diimbangi dengan penambahan kuota yang memadai," tambahnya.
Kondisi ini menciptakan ketimpangan antara pasokan dan kebutuhan di lapangan. Akibatnya, LPG 3 kg sulit ditemukan di pangkalan resmi. Sebagian warga terpaksa membeli dari pengecer dengan harga yang jauh lebih tinggi.
Evaluasi Kuota dan Penambahan Pasokan.
Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah dinilai perlu mendorong Pertamina mengevaluasi kebijakan kuota LPG. Evaluasi difokuskan pada mekanisme distribusi kepada agen dan pangkalan. Penambahan kuota juga perlu dilakukan lebih awal, sebelum permintaan melonjak menjelang hari besar keagamaan.
Penyesuaian Harga dan Subsidi.
Opsi pengurangan subsidi sebagian turut menjadi pertimbangan. Pemerintah disarankan mempertimbangkan pengurangan subsidi dari total volume LPG 3 kg yang disubsidi. Penyesuaian harga dinilai berpotensi menekan praktik penjualan LPG bersubsidi di luar jalur distribusi resmi. (fn)

